Ntvnews.id, Kuala Lumpur - Polisi Malaysia menangkap tiga siswa laki-laki sekolah menengah atas (SMA) terkait dugaan pembunuhan terhadap seorang siswi di Yong Peng, Johor.
Dilansir dari The Star, Senin, 5 Oktober 2026, Irene Sofiya Mohd Khairool Faisal, 16 tahun, meninggal dunia setelah ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan bersimbah darah di sebuah aula sekolah di Yong Peng pada Sabtu, 3 Oktober 202.
Dilansir kantor berita Bernama, salah satu dari tiga tersangka yang seluruhnya berusia 16 tahun telah dibawa ke Pengadilan Magistrat Johor pada Minggu, 4 Oktober 2026 pagi. Pengadilan kemudian menetapkan masa penahanan selama enam hari hingga 9 Oktober.
Kepala Kepolisian Johor Ab Rahaman Arsad mengatakan tersangka tersebut belum pernah memiliki catatan kriminal. Sementara itu, belum diketahui status hukum dua tersangka lainnya.
Menurut laporan The Star, ketiga siswa tersebut ditangkap polisi hanya beberapa jam setelah jenazah Irene ditemukan.
Polisi kini menyelidiki kematian Irene sebagai kasus pembunuhan berdasarkan Pasal 302 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Malaysia.
"Autopsi dilakukan hari ini di Rumah Sakit Sultanah Nora Ismail di Batu Pahat," kata Ab Rahaman pada Minggu.
Baca Juga: Dituding Picu Ledakan Ranjau di DMZ, Korea Utara Tembakkan Rudal
"Korban mengalami sejumlah luka di bagian kepala dan tubuh, dan dinyatakan meninggal di lokasi kejadian," papar Ab Rahaman menambahkan.
Ab Rahaman mengatakan penyidik masih mendalami motif serta rangkaian kejadian yang menyebabkan kematian korban.
Kasus tersebut diketahui setelah nenek Irene menemukan cucunya di lingkungan sekolah. Sang nenek mendatangi sekolah lantaran khawatir Irene belum juga pulang hingga sekitar pukul 17.30 waktu setempat.
"Kami masih bisa membayangkan wajahnya dan tidak pernah menyangka akan kehilangan dia," kata teman sekelas korban kepada New Straits Times.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim turut memberikan perhatian terhadap kasus yang melibatkan anak-anak di bawah umur tersebut.
Melalui unggahan di Facebook pada Minggu, Anwar mengatakan telah meminta aparat terkait segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan transparan untuk mengungkap penyebab kematian Irene.
"Jika terdapat unsur tindak pidana, tindakan tegas harus diambil sesuai dengan hukum," katanya seperti dikutip Channel News Asia.
"Keselamatan anak-anak kita merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak akan berkompromi dalam memastikan keselamatan dan kesejahteraan mereka selalu terlindungi."
Anwar juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga serta kerabat Irene yang ditinggalkan.
Kasus tersebut menambah daftar tindak pidana yang melibatkan pelajar di Malaysia dalam beberapa waktu terakhir.
Pada Oktober 2025, seorang siswa laki-laki berusia 15 tahun ditahan setelah diduga menikam hingga tewas teman sekolahnya di sebuah sekolah menengah di Selangor. Dalam perkembangan terbaru, siswa tersebut dinyatakan mengalami gangguan kesehatan mental dan dibebaskan dari dakwaan pembunuhan.
Bendera Malaysia (Pixabay)