Kodam XVII/Cenderawasih Kecam Kekerasan terhadap 2 Warga Sipil di Yahukimo

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Jul 2026, 16:58
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto saat memberikan arahan dalam satu kesempatan. Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto saat memberikan arahan dalam satu kesempatan. (Antara)

Ntvnews.id, Wamena - Kodam XVII/Cenderawasih mengecam dugaan aksi kekerasan terhadap dua warga sipil yang terjadi di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menegaskan tindakan kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun.

"Kodam XVII/Cenderawasih mengutuk keras kekejaman KKB terhadap warga sipil tak bersenjata. Warga sipil seharusnya dilindungi dan tidak menjadi sasaran tindakan kekerasan dalam kondisi apa pun," kata Tri dalam keterangan tertulis di Wamena, Kamis, 23 Juli 2026.

Tri juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas peristiwa tersebut. Menurutnya, Kodam XVII/Cenderawasih turut berduka dan berharap proses evakuasi korban oleh aparat gabungan dapat berlangsung aman hingga jenazah bisa segera diserahkan kepada keluarga. 

Baca JugaTNI Perkuat Pengamanan di PT Freeport Pasca Serangan KKB, Panser Anoa Disiagakan

"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Kami juga memohon doa dan dukungan masyarakat agar proses evakuasi yang dilakukan aparat gabungan dapat berjalan lancar sehingga korban segera dapat diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak," ujarnya.

Kodam XVII/Cenderawasih mengajak masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Warga juga diminta segera melapor kepada aparat apabila mengetahui adanya aktivitas yang berpotensi mengganggu situasi keamanan.

Baca JugaKKB Bakar Pesawat AMA di Yahukimo, Polisi Cari Pilot dan Penumpang

“Partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Berdasarkan informasi awal yang dihimpun aparat, kedua korban diduga merupakan pasangan suami istri bernama Kumis Kogoya dan Seli Wenda, keduanya merupakan orang asli Papua (OAP)," katanya.

(Sumber: Antara)

x|close