Pengumuman itu disampaikan UNESCO pada Rabu, 22 Juli 2026.
"Baru saja dimasukkan ke Daftar Warisan Dunia dalam Bahaya: Tyre, Lebanon," kata UNESCO pada Rabu, 22 Juli 2026.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi kepada RIA Novosti pada Mei 2026, pesawat tempur Israel menyerang area di dekat hippodrome Romawi kuno di Tyre. Serangan tersebut mengakibatkan sebuah bangunan tempat tinggal bertingkat hancur.
Baca Juga: Indonesia Maju Jadi Anggota Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO 2026–2030
Menanggapi laporan kerusakan itu, Menteri Kebudayaan Lebanon Ghassan Salame menggelar pembicaraan dengan sejumlah mitra dari berbagai negara serta organisasi internasional. Pertemuan tersebut membahas serangan terhadap situs arkeologi dan kawasan bersejarah di Lebanon selatan, termasuk Tyre.
Tyre yang berada di wilayah selatan Lebanon dikenal sebagai salah satu kota tertua di kawasan tersebut dan telah berstatus sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
Baca Juga: Prabowo Terbitkan Perpres Pembentukan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO
Kota beserta wilayah sekitarnya memiliki berbagai peninggalan arkeologi dari masa Romawi dan Fenisia, termasuk hippodrome Romawi kuno serta sejumlah situs bersejarah lain yang menjadi bagian penting dari warisan budaya dunia.