Pengakuan Lanny Mariska: Cari Keadilan Kasus KDRT, Malah Diminta Foto Bikini dan Bayar Tim Hotman 911

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Jul 2026, 00:05
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Lanny Mariska didampingi kuasa hukum Pablo Benua dan Rey Utami untuk menuntut keadilan kasus dugaan KDRT Lanny Mariska didampingi kuasa hukum Pablo Benua dan Rey Utami untuk menuntut keadilan kasus dugaan KDRT (NTVNews)

Ntvnews.id, Jakarta - Nama Lanny Mariska mendadak menjadi perbincangan publik setelah mengungkap pengalaman kurang menyenangkan saat mencari keadilan hukum. Lanny, yang merupakan istri dari Rommy Dharma Satriawa anak dari pengusaha ternama Artalyta Suryani alias Ayin mengaku menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Namun, upayanya meminta bantuan kepada pengacara kondang Hotman Paris Hutapea justru berujung pada kekecewaan.

Dalam pengakuannya Lanny membeberkan kronologi interaksinya dengan Hotman Paris yang terjadi pada akhir tahun 2024 lalu. Alih-alih mendapatkan bantuan hukum atas dugaan penganiayaan yang dialaminya, Lanny mengklaim dirinya malah mendapatkan respons yang tidak relevan dengan permasalahannya.

Lanny menceritakan bahwa ia telah berkali-kali mencoba menghubungi Hotman Paris untuk menceritakan nasibnya. Namun, respons yang ia terima justru membuatnya merasa direndahkan.

"Saya sudah berapa kali ngehubungin Hotman Paris, terus saya menceritakan kronologis kisah saya ini, beliau malah bilang: 'Neng coba foto seluruh badan dong, nanti mau enggak ke Atlas ketemu saya? Berarti kita pakai bikini ya'," ungkap Lanny, 23 Juli 2026.

Lanny sempat mencoba berbaik sangka bahwa Hotman mungkin hanya ingin memastikan identitasnya. Namun, permintaan tersebut terus berulang meski ia sudah mengirimkan foto wajah.

"Kayaknya gini, dia seakan-akan enggak kenal, enggak pernah ketemu. Untuk memastikan nih orang ini yang mana sih, coba difotoin. Saya sudah fotoin muka saya saja Mbak, tapi tetap diminta foto seluruh badan dan diajak ke Atlas untuk memakai bikini, kejadiannya di tahun 2024 akhir lah," tambahnya.

Kegigihan Hotman dalam meminta foto tersebut membuat Lanny merasa tidak nyaman dan merasa direndahkan sebagai seorang wanita.

"Dia meminta foto berkali-kali. WA berkali-kali, telepon juga. Bahkan beliau malah karena saya enggak kasih foto seluruh badan, enggak pakai bikini ke tempatnya itu di Atlas itu, dia mengoper saya ke tim Hotman 911 dia, gitu," jelas Lanny.

Kekecewaan Lanny tidak berhenti di situ. Setelah dioper ke tim Hotman 911 atau tim yang selama ini dikenal publik memberikan bantuan hukum gratis atau pro bono Lanny mengaku justru dimintai sejumlah uang yang menurutnya sangat besar.

"Jadi di tim 911 itu dimintakan biaya segini-segini gitu. Saya kan bilang saya enggak punya, saya enggak mampu," kata Lanny.

Lebih mengejutkan lagi, pihak tim hukum tersebut diduga menyarankan Lanny untuk menjual aset demi menutupi biaya jasa hukum.

"Dibilang: 'Apa deh yang bisa dijual? Seperti mobil gitu?'. Ada sih Kak, tapi kan BPKB-nya ada di suami saya. 'Ya udah coba nanti dibantu jual aja. Kalau memang Anda enggak bisa, nanti kita yang upayakan. Selain mobil ada apa lagi?'," kenang Lanny dengan nada getir.

Mendampingi Lanny Mariska, pengacara Pablo Benua memberikan tanggapan terkait pengakuan kliennya. Pablo menyoroti aspek hukum sekaligus etika profesi advokat dalam menangani kasus rakyat kecil atau korban kekerasan.

Terkait saran menjual mobil tanpa BPKB, Pablo berkomentar sinis, "Oh bisa ya jual mobil tanpa BPKB?"

Mengenai dugaan pelecehan seksual secara verbal terkait permintaan foto bikini, Pablo menilai secara hukum hal tersebut masih sulit dikategorikan sebagai tindak pidana jika belum terjadi perbuatan fisik atau terpenuhinya unsur delik tertentu.

"Kalo disebut pelecehan enggak sih, lebih kalau pelecehan itu kan harus secara verbal dan harus benar-benar tertuju. Kalau nyuruh orang hanya menggunakan bikini saja kan enggak gitu ya, itu bukan sebuah pidana. Dan kalau suruh orang jualan mobil juga itu bukan sebuah pidana. Selama perbuatannya belum terjadi, ya itu bukan pidana gitu," ujar Pablo.

Meski demikian, Pablo memberikan catatan keras terhadap etika profesi jika cerita Lanny benar adanya. Ia merasa miris melihat kondisi penegakan hukum di Indonesia, terutama yang melibatkan oknum advokat papan atas.

"Tapi saya sih lebih menyorotinya, kalau ini benar ya, kalau cerita Lani benar terhadap peristiwa ini, menurut saya dunia advokat sedang tidak baik-baik saja," pungkas Pablo Benua.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Hotman Paris maupun tim Hotman 911 belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan yang dilontarkan oleh Lanny Mariska. Kasus dugaan KDRT yang melibatkan keluarga Artalyta Suryani ini pun semakin bergulir dan menjadi sorotan publik.

x|close