Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Pertahanan (Kemhan) melakukan pengadaan 12 unit jet M-346 Block 20 buatan Leonardo, Italia. Pesawat tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan latihan pilot TNI Angkatan Udara sekaligus mendukung kesiapan operasional dan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Berdasarkan informasi yang dihimpun di Jakarta, Jumat, 24 Juli 2026, kontrak pembelian 12 jet tersebut dilakukan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026. Penandatanganan kontrak disaksikan Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan M-346 Block 20 dipilih karena memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan pelatihan pilot tempur dan doktrin pertahanan udara TNI AU.
M-346 Block 20 merupakan pesawat latih lanjut atau advanced trainer yang juga memiliki kemampuan sebagai pesawat tempur ringan atau light combat aircraft.
Baca Juga: RI Beli Rudal BrahMos dan Astra dari India, Purbaya: Anggaran Kemhan Besar, Harusnya Cukup
Pesawat tersebut dapat digunakan untuk melatih kemampuan pilot, mendukung simulasi penerbangan, serta menjalankan operasi tempur terbatas.
Dari sisi teknologi, M-346 Block 20 dilengkapi dua mesin Honeywell/ITEC F124-GA-200, kokpit digital atau glass cockpit, Head-Up Display (HUD), Helmet Mounted Display (HMD), serta kompatibel dengan sistem avionik pesawat tempur generasi keempat dan kelima.
Selain itu, pesawat ini mampu membawa berbagai persenjataan seperti rudal udara-ke-udara, bom berpemandu, dan kanon eksternal. M-346 Block 20 juga dapat terbang dengan kecepatan mendekati Mach 1, memiliki radius tempur fleksibel, serta kemampuan manuver tinggi untuk mendukung simulasi pertempuran udara.
Kementerian Pertahanan menjelaskan pembelian pesawat tersebut dilakukan untuk mendukung kebutuhan latihan bagi penerbang tempur TNI AU.
Baca Juga: Kemhan Dukung Pembangunan Pabrik Munisi PT Pindad di Kalimantan Selatan
"Salah satu pertimbangannya adalah memenuhi kebutuhan pelatihan pilot TNI Angkatan Udara sekaligus mendukung kesiapan operasional," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.
Rico menjelaskan M-346 Block 20 dipilih karena spesifikasi serta kemampuan pesawat tersebut sesuai dengan doktrin pertahanan udara yang diterapkan TNI.
Menurut dia, pengadaan jet tempur ini tidak hanya untuk mendukung kebutuhan latihan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya TNI dalam memperbarui dan meningkatkan kemampuan alutsista.
Ia meyakini peningkatan kualitas teknologi pertahanan akan membuat kemampuan pertahanan Indonesia semakin kuat.
Rico memastikan kontrak pembelian 12 unit jet M-346 Block 20 telah ditandatangani dan sudah berjalan efektif.
Ia menyebut, apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana, pengiriman pesawat tersebut ke Indonesia akan dimulai pada 2030.
(Sumber: Antara)
Pesawat tempur M-346 F Block 20 buatan perusahaan alutsista Leonardo. (Antara)