Prabowo Sebut 'Londo Ireng', Ini Respons AJI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Jul 2026, 15:35
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Sekjen AJI Bayu Wardhana. Sekjen AJI Bayu Wardhana. (Situs AJI)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyebut wartawan sebagai salah satu 'londo ireng', atau orang Indonesia yang mengabdi untuk bangsa asing. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) meminta Prabowo membuktikan tudingannya itu.

"Ya itu (pernyataan wartawan salah satu 'londo ireng') harus dibuktikan oleh Presiden," ujar Sekretaris Jenderal AJI, Bayu Wardhana kepada NTVNews.id, Jumat, 24 Juli 2026.

"Selama ini kan narasi antek asing selalu digaungkan. Perlu dijelaskan kriteria antek asing," imbuhnya.

Menurut Bayu, pernyataan Presiden merupakan bentuk ancaman kebebasan pers. Karena, Prabowo menyudutkan para awak media.

"Ini termasuk ancaman kebebasan pers, mendiskreditkan pers sebagai 'londo ireng' atau antek asing," tuturnya.

Apa yang disampaikan Prabowo, juga dinilai AJI tak pas diucapkan oleh seorang kepala negara. Presiden, menurut Bayu haruslah bersikap demokratis.

"(Pernyataan itu) Tidak tepat (disampaikan) sebagai seorang kepala negara. Kepala negara itu memimpin negara dengan demokratis. Bukan menuduh tanpa dasar," tuturnya.

Permintaan AJI pasca pernyataan Prabowo tersebut, kata Bayu sangatlah sederhana. Presiden cukup meminta maaf kepada para wartawan, dan selanjutnya semua pihak kembali menjalankan peran masing-masing.

"(Presiden) Cukup minta maaf lalu kita lanjutkan hidup masing-masing. Pemerintah fokus pembangunan dan perbaikan hidup masyarakat. Pers fokus menyajikan fakta," jelas dia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menilai masih ada 'londo ireng' atau orang Indonesia yang mengabdi untuk bangsa asing, di zaman sekarang. Salah satunya ialah wartawan.

Adapun pada masa penjajahan, 'londo ireng' ialah sebutan bagi pribumi yang membantu atau bekerja untuk penjajah Belanda.

"'Londo-londo ireng' ini sampai sekarang masih ada. Hanya dia sekarang pakai baju lain, kan? Wartawan, jurnalis apa itu? pengamat, LSM. LSM harus kita tanya, yang gaji lo siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphonemu siapa?" ujar Prabowo dalam pidatonya di Puncak Harlah ke-28 PKB, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026 malam.

Prabowo mengatakan, sejak zaman penjajahan dulu, sudah ada orang-orang Indonesia yang tidak patriotik dan justru mengabdi kepada bangsa lain.

Prabowo lantas menyindir ada media yang disebut seakan menafikan fakta bahwa pemerintahannya telah banyak merenovasi bangunan gedung sekolah.

Menurut Prabowo, sejauh ini pemerintahannya telah memperbaiki sekitar 67 ribu lebih bangunan sekolah di Indonesia, dan tahun depan ia menginstruksikan agar jumlahnya ditambah hingga 100 ribu sekolah.

"Yang sekian belas tahun tidak disentuh. Saudara-saudara, ada juga media-media yang... ya kan? Walaupun kita sudah perbaiki 67 ribu sekolah, dia cari sekolah yang belum diperbaiki, dia foto besar, taruh di halaman pertama, aduh," tuturnya.

Walau demikian, Prabowo enggan menyampaikan siapa media yang ia maksud itu. Prabowo hanya menduga bahwa publik juga sudah mengetahui itu tanpa harus ia sebutkan secara rinci.

"Dia kira kita nggak ngerti, saya nggak sebutlah media mana itu. Kalau saya sebut, ya.. pada saatnya akan saya sebut. Kalian sudah tahulah. Kita negara demokrasi. Kita tidak anti-kritik. Tapi kita bukan anak kecil," tuturnya.

Di samping itu, Prabowo turut mengatakan ada pihak yang mengkampanyekan Indonesia akan runtuh alias collapse. Menurutnya, prediksi itu selalu meleset dan Indonesia malahan tumbuh lebih kuat.

x|close