Menlu Sugiono Dorong Revitalisasi ASEAN

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Jul 2026, 08:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono menghadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN-Inggris di Manila, Filipina, Rabu, 22 Juli 2026. Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono menghadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN-Inggris di Manila, Filipina, Rabu, 22 Juli 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mendorong revitalisasi ASEAN Regional Forum (ARF) agar lebih adaptif dalam menghadapi dinamika keamanan kawasan yang terus berkembang, dengan tetap menempatkan Sentralitas ASEAN sebagai fondasi utama.

Gagasan tersebut disampaikan Sugiono saat menghadiri Pertemuan ke-33 ASEAN Regional Forum (ARF) di Manila, Filipina, Kamis, 23 Juli 2026. Menurutnya, perubahan lingkungan strategis sejak forum itu dibentuk pada 1994 menuntut ARF meningkatkan kapasitasnya dalam merespons berbagai tantangan keamanan yang semakin kompleks.

"Revitalisasi tidak berarti mengubah tujuan mendasar ARF. Revitalisasi berarti memperkuat perangkat yang dimiliki ARF agar lebih modern dan mampu menjawab tantangan nyata kawasan," tegas Menlu Sugiono dalam keterangan Kementerian Luar Negeri yang dimuat di Kemlu.go.id, Jumat, 24 Juli 2026.

Sugiono menilai ARF masih memiliki peran penting sebagai wadah yang mempertemukan para pemangku kepentingan utama di kawasan untuk membangun dialog dan memperkuat kerja sama. Meski demikian, ia menekankan perlunya peningkatan efektivitas forum tersebut agar mampu menghadapi ancaman keamanan yang terus berkembang.

Baca Juga: Menlu Sugiono dan Delegasi RI Bertemu Menlu Iran, Bahas Penguatan Kerja Sama Bilateral

Selain mengusulkan revitalisasi, Indonesia juga menyoroti pentingnya implementasi Manila Plan of Action yang disepakati dalam pertemuan itu sebagai pedoman kerja ARF untuk periode 2026–2036.

Menurut Sugiono, pelaksanaan rencana aksi tersebut harus berorientasi pada hasil melalui program-program yang mampu menghasilkan kemitraan nyata bagi seluruh negara anggota.

"Ini membutuhkan ARF yang bersifat implementation-oriented, di mana seluruh program kerja ARF harus menjadi kemitraan yang konkret," ujar Menlu Sugiono.

Indonesia juga menyambut keputusan ASEAN yang menerima Inggris sebagai anggota ke-28 ASEAN Regional Forum. Sugiono menilai perluasan keanggotaan harus diiringi dengan upaya meningkatkan efektivitas forum agar tetap mampu menjalankan fungsinya dalam menjaga stabilitas kawasan.

Dalam kesempatan yang sama, Sugiono mengajak seluruh anggota ARF memperkuat diplomasi preventif sebagai pendekatan utama untuk mencegah meningkatnya ketegangan menjadi konflik terbuka. Ia menegaskan bahwa prinsip-prinsip Treaty of Amity and Cooperation (TAC) harus tetap menjadi landasan dalam setiap langkah tersebut.

"ARF yang lebih matang akan dapat membentuk kawasan yang lebih stabil, damai dan aman, dan berkontribusi bagi perdamaian dunia, termasuk bagi Palestina," ungkap Menlu Sugiono.

ASEAN Regional Forum merupakan forum dialog keamanan yang dibentuk pada 1994 dan kini beranggotakan 28 negara di kawasan Asia-Pasifik. Forum tersebut menjadi wadah bagi negara-negara ASEAN dan para mitra strategisnya untuk membahas isu-isu politik serta keamanan regional.

Pertemuan ARF tahun ini menghasilkan Manila Plan of Action 2026–2036 yang akan menjadi pedoman kerja sama forum selama 10 tahun ke depan dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan di kawasan.

TERKINI

Load More
x|close