Iran Serang Infrastruktur Militer AS di Irak Sampai Lumpuh

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Jul 2026, 14:32
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Arsip - Asap membubung setelah ledakan menghantam wilayah timur laut, barat, dan pusat di tengah serangan Israel di Teheran, Iran, pada Rabu, 1 April 2026. Arsip - Asap membubung setelah ledakan menghantam wilayah timur laut, barat, dan pusat di tengah serangan Israel di Teheran, Iran, pada Rabu, 1 April 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Militer Iran mengklaim sebagian besar infrastruktur militer Amerika Serikat (AS) di Erbil, Irak, mengalami kehancuran akibat konflik terbaru antara kedua negara.

Dilansir dari Anadolu Agency, Minggu, 26 Juli 2026, Teheran juga menyatakan telah menyiagakan drone tempur generasi terbaru yang disebut memiliki kemampuan melampaui drone Arash-2.

Dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran pada Sabtu, Juru Bicara Militer Iran Brigjen Mohammad Reza Akraminia mengatakan serangan yang dilakukan negaranya mengakibatkan kerusakan signifikan pada sejumlah pangkalan militer AS di kawasan.

Akraminia menyebut banyak fasilitas militer AS kehilangan sebagian besar kapasitas operasionalnya. Ia bahkan mengklaim hampir seluruh infrastruktur militer AS di Erbil telah hancur sehingga kelompok-kelompok yang disebutnya anti-Iran di wilayah tersebut tidak lagi mampu menjalankan aktivitas operasional.

Baca Juga: Umumkan Maju Pileg 2029, Kaesang Bakal Satu Dapil dengan Puan Maharani

Ia juga mengatakan Amerika Serikat memiliki jaringan pangkalan militer yang tersebar luas di Timur Tengah, Eropa Selatan, hingga kawasan Mediterania. Namun, menurutnya, Washington kini tengah berupaya mengganti berbagai kerugian material yang dialami selama konflik berlangsung.

Akraminia menegaskan Iran siap kembali melakukan operasi militer apabila ketegangan kembali meningkat.

"Amerika harus memahami bahwa mereka tidak dapat memaksakan kehendaknya kepada bangsa Iran melalui agresi," ujar Akraminia.

Selain itu, Akraminia mengungkapkan bahwa Iran telah mengerahkan drone Arash-2 dalam konflik yang terjadi sekitar 40 hari lalu. Kini, kata dia, militer Iran telah mengembangkan sekaligus menyiagakan drone tempur baru yang diklaim memiliki daya hancur, tingkat akurasi, dan jangkauan yang lebih besar.

Meski demikian, ia menegaskan spesifikasi maupun rincian teknis drone generasi terbaru tersebut belum dipublikasikan kepada masyarakat.

x|close