Ntvnews.id, Paris - Seorang pria bersenjata tajam ditangkap polisi setelah menyerang tiga wanita di kawasan Porte de Clichy, yang berada tidak jauh dari kompleks pengadilan utama di Paris, Prancis. Hingga kini, aparat kepolisian masih belum mengungkap identitas maupun motif pelaku di balik aksi penyerangan tersebut.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nuñez, mengatakan insiden penikaman itu terjadi sekitar pukul 11.30 waktu setempat. Ketiga korban yang berusia 19 tahun, 24 tahun, dan 36 tahun segera dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Nuñez mengungkapkan dua korban mengalami luka serius dan saat ini berada dalam kondisi kritis.
"Satu korban terkena tikaman di bagian punggung bawah, sementara korban lainnya mengalami luka di area perut," kata Nuñez mengutip France24, Selasa, 28 Juli 2026.
Sementara itu, Wali Kota Distrik ke-17 Paris, Geoffroy Boulard, menyatakan bahwa salah satu dari tiga korban wanita diketahui sedang mengandung.
Aksi pelaku berhasil dihentikan oleh seorang anggota kepolisian yang sedang tidak bertugas (off-duty) dan langsung menangkapnya di lokasi kejadian. Penangkapan itu juga dibantu oleh sejumlah warga yang berada di sekitar tempat kejadian.
Seorang saksi mata sekaligus pelayan restoran di lokasi, Kheira Dellabed (54), menceritakan suasana mencekam saat penyerangan berlangsung.
Baca Juga: Golkar Imbau Kader di Maluku Tenggara Tetap Tenang Usai Penikaman Nus Kei
"Kami melihat seorang pria berjalan membawa dua bilah pisau dan menikam tiga orang," ujar Kheira.
Ia kemudian menjelaskan bagaimana warga membantu melumpuhkan pelaku.
"Kemudian seorang pemuda yang membawa koper kecil memukul pelaku menggunakan tasnya hingga roboh ke tanah. Pelayan dari restoran sebelah lalu menahannya dengan menindihkan kursi ke tubuh pelaku," lanjutnya.
Di sisi lain, Nuñez mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan motif penyerangan sebelum proses penyelidikan rampung.
Peristiwa di Paris ini terjadi tidak lama setelah aksi teror terpisah di Berlin, Jerman. Dalam insiden tersebut, sebuah kelompok radikal menabrakkan mobil van ke kerumunan peserta parade Pride yang mengakibatkan satu orang tewas dan 29 lainnya mengalami luka-luka.
Ilustrasi Penikaman (Istimewa)