Trump Sebut Perundingan AS-Iran Berjalan dalam Suasana Bersahabat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Jul 2026, 14:53
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat konferensi pers di Ruang Briefing Pers James S. Brady di Gedung Putih, Washington D.C., Amerika Serikat Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat konferensi pers di Ruang Briefing Pers James S. Brady di Gedung Putih, Washington D.C., Amerika Serikat (Antara)

Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran saat ini berlangsung dalam suasana yang bersahabat.

Dalam pidatonya di Milford, Michigan, pada Senin, 27 Juli 2026, Trump mengatakan hubungan kedua negara tengah memasuki tahap perundingan meski sebelumnya sempat mengalami eskalasi konflik.

"Kami memukul mereka dengan keras, tetapi kami akan melihat bagaimana akhirnya. Saat ini, mereka terlibat dalam perundingan yang sangat bersahabat," kata Trump.

Trump juga mengungkapkan bahwa Iran telah meminta kepada pemerintah Amerika Serikat agar blokade laut yang diberlakukan Washington terhadap negara tersebut segera dicabut.

Laporan Axios pada Sabtu, 25 Juli 2026, yang mengutip sejumlah sumber, menyebut Trump telah menginstruksikan penghentian sementara serangan lanjutan terhadap Iran. Langkah itu mengakhiri rangkaian serangan yang berlangsung selama 13 hari berturut-turut.

Baca Juga: Trump Senang Jalan Tol di Maroko Diberi Nama Dirinya

Sebelumnya, pada Senin, 27 Juli 2026, Trump mengatakan Iran telah mengajukan permintaan untuk menggelar pertemuan dengan Amerika Serikat. Ia juga menegaskan bahwa apabila kesepakatan dengan Teheran tidak tercapai, Washington dapat kembali memulai operasi militernya.

Sebelumnya, pada 18 Juni 2026, Amerika Serikat dan Iran menandatangani memorandum perdamaian untuk menghentikan konflik yang pecah sejak 28 Februari 2026. Namun, pasukan AS kembali melancarkan serangan ke Iran mulai 8 Juli 2026.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut dilakukan sebagai balasan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz. Sebagai respons, pasukan Iran melancarkan serangan balasan ke pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Pada 12 Juli 2026, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga campur tangan Amerika Serikat di kawasan tersebut berakhir, menyusul kembali terjadinya aksi saling serang antara kedua pihak.

Baca Juga: Trump Tunda Serangan Udara ke Iran Gegera Stok Amunisi Menipis

Sehari kemudian, Presiden Trump mengatakan Amerika Serikat akan menjadi "pelindung" Selat Hormuz, sembari mengumumkan dimulainya kembali blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

(Sumber: Antara)

x|close