Ntvnews.id, Teheran - Pemerintah Iran menyatakan akan membatasi akses Selat Hormuz bagi negara maupun perusahaan yang mendukung rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait penggunaan aset Iran yang dibekukan sebagai sumber dana kompensasi.
Juru Bicara Markas Pusat Komando Militer Iran Khatam Al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan izin bagi kapal milik negara atau perusahaan yang mendukung kebijakan tersebut untuk melewati jalur strategis itu.
"Kami memperingatkan kepada semua negara dan perusahaan yang mendukung usulan Trump untuk menggunakan aset Iran yang dibekukan, bahwa mulai saat ini angkatan bersenjata Iran tidak akan mengizinkan kapal mereka melintasi Selat Hormuz," kata Zolfaghari dalam pernyataan yang disiarkan televisi nasional IRIB pada Selasa, 28 Juli 2026.
Sebelumnya, Presiden Trump menyampaikan bahwa Amerika Serikat dapat menggunakan aset-aset Iran yang berada dalam penguasaannya untuk membayar kompensasi atas kapal dan barang muatan yang diduga mengalami kerusakan akibat blokade AS terhadap Selat Hormuz.
Baca juga: Iran Tegaskan Tidak Akan Kembalikan Selat Hormuz ke Kondisi Sebelum Perang
Pada 18 Juni 2026, Amerika Serikat dan Iran sebelumnya telah menandatangani memorandum perdamaian dengan tujuan menghentikan konflik yang berlangsung sejak 28 Februari 2026. Namun, ketegangan kembali meningkat setelah militer AS melancarkan serangan terhadap Iran pada 8 Juli 2026.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut serangan tersebut sebagai respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi kawasan Selat Hormuz.
Sebagai balasan, militer Iran kemudian melakukan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Satu Kapal Tanker Minyak Meledak Saat Coba Melintasi Selat Hormuz
Iran pada Minggu, 12 Juli 2026, juga mengumumkan penutupan Selat Hormuz sampai campur tangan Amerika Serikat di kawasan tersebut berakhir. Keputusan itu disampaikan setelah terjadinya rangkaian aksi saling serang antara kedua pihak.
Sehari setelah pengumuman tersebut, Presiden Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan berperan sebagai "pelindung" Selat Hormuz. Ia juga mengumumkan bahwa negaranya kembali memberlakukan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Rudal Zolfaghar dan Qadr dipamerkan di tengah kian memanasnya aksi saling serang antara Iran dan AS di Lapangan Azadi, Teheran, Iran, pada Jumat, 24 Juli 2026 (Antara)