Ntvnews.id, Tel Aviv - Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengungkapkan bahwa jet-jet tempur Amerika Serikat (AS) menggunakan pangkalan militer Israel sebagai titik keberangkatan untuk melancarkan serangan ke Iran. Menurutnya, pemerintah Iran telah mengetahui penggunaan pangkalan tersebut.
"Jet-jet tempur AS lepas landas dari Israel untuk melancarkan serangan terhadap Iran, dan pihak Iran mengetahui hal itu," ujar Katz kepada stasiun televisi Channel 14, seperti dilansir dar Middle East Monitor, Kamis, 30 Juli 2026.
Selama beberapa waktu terakhir, Iran lebih banyak mengarahkan serangannya ke fasilitas dan pangkalan militer AS yang berada di negara-negara Teluk sebagai balasan atas serangan udara Washington. Teheran sendiri diketahui sudah cukup lama tidak melancarkan serangan langsung ke wilayah Israel.
Sebelumnya, dalam pernyataan pada Selasa, 28 Juli 2026, Katz mengungkapkan bahwa Israel sebenarnya berencana menyerang infrastruktur energi Iran. Namun, rencana tersebut mendapat penolakan dari pemerintah Amerika Serikat.
"Kami sangat ingin menyerang target-target energi Iran, namun AS tidak menyetujuinya pada tahap ini," kata Katz.
Meski demikian, ia menegaskan Israel tidak akan ragu mengambil tindakan militer apabila Iran kembali menyerang wilayahnya.
"Jika mereka menyerang Israel, kami akan membalas dengan kekuatan penuh. Kami siap menyerang Iran secara mandiri," tegas Menhan Israel itu.
Baca Juga: DPR Sebut Pembelian 12 Jet Tempur Italia Dukung Modernisasi Pertahanan
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Iran terkait pernyataan Katz tersebut.
Pernyataan Menteri Pertahanan Israel itu muncul ketika Iran kembali melancarkan serangan rudal ke sejumlah target di kawasan Timur Tengah. Pusat Komando Amerika Serikat (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer AS di kawasan tersebut, melaporkan adanya upaya "serangan mendadak" yang dilakukan Iran terhadap kepentingan militer Amerika.
"Pada pukul 17.45 waktu setempat hari ini, 28 Juli 2026 pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meluncurkan sejumlah rudal balistik dari Iran dalam upaya serangan mendadak terhadap pasukan AS yang memiliki pangkalan di Timur Tengah," sebut CENTCOM dalam pernyataan melalui media sosial X, seperti dikutip AFP.
CENTCOM juga mengklaim bahwa Semua rudal Iran berhasil dicegat, tanpa mengungkap lokasi pangkalan atau wilayah yang menjadi sasaran serangan tersebut.
Serangan rudal terbaru itu mengakhiri periode relatif tenang di Timur Tengah sejak Jumat, 24 Juli 2026, setelah Iran dan Amerika Serikat sebelumnya sepakat menangguhkan aksi saling serang menyusul eskalasi konflik selama 13 hari yang dimulai pada 11 Juli lalu.
Ilustrasi - Jet tempur Angkatan Udara Inggris Typhoon Eurofighter mendemonstrasikan pencegatan pesawat angkatan udara Belgia saat mereka terbang di atas Inggris, Selasa 14 Januari 2020, sebagai bagian dari latihan NATO untuk menghalangi pesawat Rusia (Antara)