Sapa Wartawan Penerima KPR Subsidi, Prabowo: Jangan Hoax-Hoax Ya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Jul 2026, 17:29
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Prabowo Subianto Prabowo Subianto (Istimewa)

Ntvnews.id, Batang - Presiden Prabowo Subianto menyapa secara langsung para penerima subsidi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dalam acara Akad Massal KPR Sejahtera melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang digelar di Batang, Jawa Tengah, Kamis, 30 Juli 2026. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo berdialog dengan peserta dari berbagai daerah yang memiliki beragam latar belakang profesi.

Prabowo berbincang dengan sejumlah penerima manfaat FLPP, mulai dari guru, pengemudi ojek online, hingga seorang wartawan asal Tomohon, Sulawesi Utara. Saat berbicara dengan wartawan tersebut, Prabowo melontarkan candaan yang disambut tawa para peserta.

"Jangan hoax-hoax ya, nggak boleh ya. Ha-ha-ha...," kata Prabowo.

Akad massal KPR FLPP kali ini diikuti sekitar 62 ribu debitur secara hybrid. Sebanyak 200 peserta hadir langsung di lokasi acara di Batang, sementara 61.800 debitur lainnya mengikuti kegiatan secara virtual dari 36 provinsi di Indonesia.

Baca Juga: Kode ke Pjs Gubernur BI Destry, Prabowo: Kayaknya Gimana? Oke Ya? Tapi Nanti Terserah DPR

Kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan ketiga akad massal KPR FLPP yang dihadiri Presiden Prabowo. Sebelumnya, agenda serupa telah diselenggarakan di Cileungsi, Kabupaten Bogor, pada 29 September 2025 dan di Serang, Banten, pada 20 Desember 2025.

Pemerintah menjelaskan bahwa akad massal menjadi penanda rumah-rumah yang dibangun melalui program FLPP telah siap dimiliki dan dihuni masyarakat. Program ini ditujukan untuk memperluas akses kepemilikan rumah layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Melalui skema FLPP, pemerintah memberikan fasilitas pembiayaan rumah dengan suku bunga tetap hingga masa kredit berakhir, uang muka yang ringan, serta cicilan yang lebih terjangkau. Program tersebut juga menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mengurangi backlog atau kekurangan kebutuhan perumahan di Indonesia.

Hingga Juli 2026, sebanyak 107.410 masyarakat berpenghasilan rendah telah memperoleh manfaat pembiayaan melalui program FLPP. Sementara itu, tingkat keterhunian rumah yang dibangun melalui skema tersebut tercatat mencapai 93,35 persen.

x|close