A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

MBS Telepon Trump, Desak AS Batalkan Rencana Serangan ke Iran - Ntvnews.id

MBS Telepon Trump, Desak AS Batalkan Rencana Serangan ke Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Agu 2026, 18:43
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dilaporkan mengambil langkah diplomatik menjelang keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran. Menurut laporan media Amerika Serikat, MBS secara langsung menghubungi Trump untuk meminta agar Washington mengurungkan aksi militer dan kembali menempuh jalur perundingan.

Laporan tersebut diungkap situs berita Axios yang mengutip sumber internal. Dikutip Al Jazeera pada Minggu (2/8/2026), percakapan antara MBS dan Trump berlangsung pada Sabtu (1/8), beberapa saat sebelum Gedung Putih mengumumkan perubahan sikap terkait rencana serangan terhadap Iran.

Dalam pembicaraan itu, MBS disebut mendorong Trump agar tidak melanjutkan operasi militer serta memberikan kesempatan bagi upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah.

Sebelumnya, Trump sempat melontarkan peringatan keras terhadap Teheran. Pada Jumat (31/7), ia menyatakan Amerika Serikat siap menggempur Iran "dengan sangat keras", memicu kekhawatiran akan pecahnya konflik yang lebih luas di kawasan.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Berduka atas Insiden Tanah Bumbu, Tegaskan Mobil Tangki Bukan Armada Operasional

Situasi tersebut bahkan mendorong Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan keamanan bagi warga negara Amerika yang berada di 10 negara Timur Tengah pada Sabtu (1/8). Pemerintah AS meminta warganya meningkatkan kewaspadaan dan mempertimbangkan meninggalkan wilayah tersebut karena meningkatnya risiko keamanan.

Namun, hanya berselang sehari, Trump mengumumkan bahwa rencana serangan tersebut dibatalkan. Melalui akun Truth Social miliknya, ia menjelaskan keputusan itu diambil setelah adanya sejumlah kesepakatan yang menurutnya telah dicapai bersama pihak terkait.

Trump mengatakan semula Amerika Serikat telah berada dalam posisi siap melancarkan serangan besar terhadap Iran.

"Amerika Serikat siap siaga dan siap menyerang Republik Islam Iran, dengan tingkat teror militer, kekuatan, dan kekuasaan yang belum pernah terlihat sejak Perang Dunia II. Meskipun demikian, Iran dan negara-negara Timur Tengah lainnya baru saja meminta kami untuk menunda serangan apa pun karena batasan kesepakatan telah disetujui," kata Trump.

Menurut Trump, kesepakatan yang dimaksud mencakup pembukaan penuh Selat Hormuz serta penghentian ancaman program senjata nuklir Iran.

"Ini termasuk pembukaan segera, lengkap, dan total Selat Hormuz, dan mengakhiri ancaman nuklir Iran," ujarnya.

HIGHLIGHT

x|close