Ntvnews.id, Beijing - Penggunaan power bank selama penerbangan kini semakin dibatasi oleh sejumlah maskapai. Meski aturan tersebut telah diterapkan, insiden baterai portabel terbakar atau meledak di dalam pesawat masih terjadi.
Dilansi dari SCMP, Senin, 3 Agustus 2026, Kejadian terbaru terjadi dalam penerbangan China Eastern Airlines bernomor MU2421 pada Jumat, 24 Juli 2026 laluPeristiwa tersebut berlangsung di dalam pesawat Airbus A320 yang baru saja mendarat di Bandara Internasional Guiyang Longdongbao.
Power bank yang terbakar diketahui berada di dalam sebuah tas jinjing yang disimpan pada kompartemen bagasi kabin di atas tempat duduk penumpang. Api muncul ketika pesawat masih bergerak menuju terminal setelah mendarat.
Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan kobaran api dan asap keluar dari kompartemen bagasi atas yang dalam kondisi terbuka. Seorang pramugari tampak berusaha menjangkau bagian dalam kompartemen, sementara anggota awak kabin lainnya mencoba memadamkan api.
Awak kabin akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api sebelum seluruh penumpang turun dari pesawat. Petugas pemadam kebakaran bandara kemudian tiba ketika pesawat sudah berada di terminal.
Seorang saksi mata mengatakan penumpang yang berada di bagian depan kabin mulai berteriak dan menjauh dari lokasi setelah mengetahui adanya kebakaran.
"Saya kira bagian luar pesawat terbakar, tetapi ketika saya melihat ke atas, saya melihat api keluar dari rak bagasi di atas kepala," kata seorang penumpang, menurut laporan yang dikutip oleh The Sun.
Baca Juga: Power Bank Portabel Diduga Jadi Penyebab Kebakaran Pesawat Air Busan
Penumpang lainnya menyebut awak kabin tetap tenang dalam menghadapi situasi tersebut. Mereka juga mengarahkan para penumpang agar tidak panik ketika proses penanganan keadaan darurat berlangsung.
China Eastern Airlines sendiri telah menerapkan aturan khusus mengenai power bank. Penumpang masih diperbolehkan membawa perangkat tersebut ke dalam bagasi kabin, tetapi tidak diperkenankan menaruhnya di kompartemen penyimpanan di atas kepala.
Selain itu, penumpang dilarang menggunakan power bank untuk mengisi daya perangkat elektronik selama penerbangan.
Pembatasan tersebut diterapkan seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko kebakaran yang berasal dari baterai lithium. Jika terbakar, api dari baterai jenis ini dapat menyebar dengan cepat di dalam kabin pesawat.
China mulai memperketat regulasi mengenai power bank pada penerbangan domestik sejak Juni 2025. Kebijakan itu diterapkan setelah terjadi sejumlah insiden kebakaran yang berkaitan dengan baterai lithium.
Administrasi Penerbangan Sipil China kemudian melarang penggunaan power bank yang tidak memiliki tanda Sertifikasi Wajib China atau 3C. Otoritas juga menarik sejumlah model serta perangkat yang memiliki label sertifikasi tidak jelas.
Tidak ada laporan mengenai penumpang yang mengalami luka akibat insiden tersebut. Namun, Aviation Safety Network menyebut pesawat mengalami kerusakan ringan akibat kebakaran.
Ilustrasi power bank ((Antara) )