Ntvnews.id, Paris - Sekitar 30.000 warga di wilayah timur Prancis diminta tetap berada di dalam rumah setelah kebakaran melanda kawasan industri yang diketahui menyimpan bahan beracun pada Minggu, 2 Agustus 2026.
Dilansir dari Franceinfo, Senin, 3 Agustus 2026, kebakaran terjadi di fasilitas milik perusahaan Safe yang berada di kawasan industri Gandrange, Departemen Moselle.
Untuk menangani api, otoritas setempat mengerahkan hampir 100 petugas pemadam kebakaran dengan dukungan sekitar 50 kendaraan darurat.
Kobaran api melanda sebuah gudang dengan luas sekitar 500 meter persegi. Pemerintah setempat memastikan terdapat zat beracun di area tersebut, tetapi belum menjelaskan secara terperinci jenis bahan berbahaya yang tersimpan di lokasi.
Demi mengantisipasi risiko terhadap kesehatan masyarakat, pemerintah mengeluarkan instruksi kepada warga di lima wilayah, yaitu Gandrange, Amnéville, Vitry-sur-Orne, Clouange, dan Rombas, agar tidak meninggalkan rumah sampai ada pemberitahuan selanjutnya.
Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Rumah di Jalan Andara Depok, 7 Unit Damkar Dikerahkan
Masyarakat juga diminta memastikan pintu dan jendela tertutup rapat. Selain itu, setiap celah yang dapat menjadi jalur masuknya udara dari luar dianjurkan untuk ditutup atau disegel.
Asap hitam tebal mulai terlihat membubung dari lokasi sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Kepulan asap tersebut bahkan dapat terlihat dari sejumlah daerah di sekitar kawasan industri.
Hingga kini, belum terdapat laporan mengenai korban jiwa akibat kebakaran tersebut. Penyebab insiden juga masih belum diketahui.
Petugas masih melakukan upaya pemadaman dan penanganan di lokasi. Otoritas juga terus memantau kemungkinan dampak terhadap kesehatan warga, khususnya akibat paparan asap dan bahan berbahaya yang berada di kawasan industri tersebut.
Ilustrasi kebakaran. (Ist/Net) (A) (Antara)