Menko AHY Soroti Pentingnya Sinergi antara Pembangunan Infrastruktur dan Penguatan Mental

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Agu 2026, 15:47
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menyampaikan tausiyah kebangsaan di Pondok Pesantren Nurul Cholil Bangkalan, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026). Dalam kesempatan itu AHY menyampaikan pentingnya menyelaraskan pembangunan fisik dengan karakter dan moral bangsa Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menyampaikan tausiyah kebangsaan di Pondok Pesantren Nurul Cholil Bangkalan, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026). Dalam kesempatan itu AHY menyampaikan pentingnya menyelaraskan pembangunan fisik dengan karakter dan moral bangsa (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pembangunan sebuah negara tidak cukup hanya mengandalkan kemegahan infrastruktur semata. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan perlunya keseimbangan antara kemajuan fisik dengan penguatan mental, karakter, serta moral kebangsaan.

Pesan mendalam tersebut disampaikannya saat memberikan tausiyah kebangsaan di Pondok Pesantren Nurul Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, pada hari Minggu, 2 agustus 2026.

"Sebab, pembangunan yang selaras, antara pembangunan fisik dengan penguatan mental, karakter dan moral bangsa akan menjadi modal kuat dalam mewujudkan ketahanan di semua lini, dan pada akhirnya bisa modal kuat bangsa ini," tutur AHY di hadapan para pengurus dan santri pesantren.

Lebih lanjut, ia menempatkan peran santri sebagai salah satu benteng kebangsaan yang krusial bagi fondasi negara. Sejarah mencatat bahwa kalangan pesantren telah melahirkan banyak tokoh pemimpin yang senantiasa gigih menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca Juga: Menko AHY Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Oleh karena itu, AHY mengajak para santri untuk terus berada di garis depan dalam merawat persatuan, memperdalam nilai-nilai keislaman, sekaligus menempa diri agar menjadi sumber daya manusia unggul yang siap berkontribusi bagi agama maupun negara.

"Dan memupuk kecintaan pada tanah air ini juga merupakan bagian dari tanggung jawab moral seluruh elemen bangsa, tak terkecuali kalangan santri yang sehari-hari ditempa ilmu agama dan wawasan kebangsaan di lingkungan pesantren," tegasnya.

Untuk mewujudkan visi besar pembangunan tersebut, langkah yang diambil tidak bisa dikerjakan secara sepihak. Menko AHY mendorong terwujudnya kolaborasi multipihak (pentahelix)—sebuah sinergi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, institusi pesantren, akademisi hingga para pelaku usaha.

Baca juga: Momen Haru Celine Evangelista Lepas Putri Sulungnya Masuk Pondok Pesantren

Langkah strategis ini dirancang demi menciptakan sebuah ekosistem pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, sehingga dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat luas.

"Yang kita bangun bukan hanya infrastruktur, tetapi juga ekosistem kehidupan yang nyaman, produktif, dan membawa manfaat bagi masyarakat," imbuh AHY.

Adapun kehadiran serta tausiyah kebangsaan di Pondok Pesantren Nurul Cholil ini merupakan satu dari serangkaian agenda kegiatan kunjungan kerja Menko AHY di Kabupaten Bangkalan.

(Sumber:Antara)

HIGHLIGHT

x|close