Ntvnews.id, Jakarta -Imbas dari memanasnya konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran rupanya tak hanya dirasakan di wilayah perairan Timur Tengah. Tertutupnya akses Selat Hormuz yang tak kunjung menemui titik terang kini membawa ancaman serius bagi perekonomian global, dengan Inggris diproyeksikan masuk ke dalam jurang resesi pada tahun 2027 mendatang.
Proyeksi suram tersebut diungkapkan dalam laporan surat kabar The Independent yang mengutip hasil kajian dari firma konsultan terkemuka, EY. Laporan itu menyoroti bahwa terhambatnya salah satu jalur pelayaran paling krusial di dunia ini akan memberikan pukulan telak bagi stabilitas ekonomi Negeri Ratu Elizabeth.
Berdasarkan data EY, apabila Selat Hormuz tetap terblokade hingga awal atau selambat-lambatnya pertengahan tahun 2027, dampaknya akan langsung memukul Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris. Angka pertumbuhan PDB diprediksi merosot tajam, hanya mampu menyentuh level 0,5 persen sepanjang tahun 2026, sebelum akhirnya mencatatkan kontraksi sebesar 0,2 persen pada tahun berikutnya.
Baca juga:Trump Bertemu Menhan Arab Saudi Bahas Konflik Iran di Washington
Lebih jauh, analisis tersebut menyimpulkan bahwa skenario terburuk ini tidak hanya berhenti pada penyusutan PDB. Biaya minyak mentah dan energi yang melambung drastis akibat tersendatnya pasokan diperkirakan bakal memicu inflasi hingga menembus angka 6,4 persen di penghujung tahun 2026.
Ancaman krisis ekonomi lintas benua ini berakar dari eskalasi yang kembali meletus pada 8 Juli lalu. Saat itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendeklarasikan bahwa kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya telah diteken bersama Iran pada 18 Juni tidak lagi berlaku. Batalnya kesepakatan damai tersebut langsung disusul dengan gempuran militer pasukan AS ke wilayah Iran.
Pihak Komando Pusat AS (CENTCOM) beralasan bahwa manuver bersenjata itu merupakan langkah balasan atas serangkaian tindakan Iran yang mengganggu aktivitas kapal-kapal dagang saat melintasi perairan Selat Hormuz.
Baca juga:Korea Selatan Bentuk Pusat Krisis Ekonomi Darurat Imbas Konflik Timur Tengah
Tindakan Washington tersebut langsung memicu reaksi keras dari Teheran. Pasukan Iran merespons dengan meluncurkan serangan balasan yang menargetkan sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Sebagai langkah eskalasi lanjutan, pemerintah Iran memutuskan untuk memblokade total Selat Hormuz, sembari menuding Amerika Serikat telah melanggar kesepakatan gencatan senjata secara sepihak.
(Sumber:Antara)
Ilustrasi - Masyarakat berjalan dekat Menara Big Ben, London, Inggris, pada Selasa (27/1/2026). (Antara)