Satelit Lampung-1 Meluncur dari China

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Agu 2026, 14:55
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Roket pembawa satelit Lampung-1 saat dipersiapkan menjelang peluncuran di Shandong, Tiongkok Roket pembawa satelit Lampung-1 saat dipersiapkan menjelang peluncuran di Shandong, Tiongkok

Ntvnews.id, Bandar Lampung - Provinsi Lampung akan memasuki babak baru dalam pemanfaatan teknologi antariksa melalui peluncuran satelit Lampung-1. Satelit tersebut dijadwalkan diluncurkan pada Rabu, 5 Agustus 2026 dari lepas pantai Shandong, Tiongkok, dalam misi OSE Hyperspectral Twin Satellites yang dikembangkan oleh STAR.VISION Aerospace.

Peluncuran Lampung-1 menjadi langkah penting dalam mendukung pembangunan daerah yang mengandalkan data. Satelit ini merupakan hasil kolaborasi STAR.VISION Aerospace dengan Pemerintah Provinsi Lampung yang dikoordinasikan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kerja sama tersebut diawali dengan penandatanganan kesepakatan antara Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan STAR.VISION di Shandong, Tiongkok, pada Rabu, 28 Mei 2025. Melalui kolaborasi itu, Lampung menjadi salah satu daerah pertama di Indonesia yang memanfaatkan teknologi satelit hyperspectral untuk mendukung pembangunan daerah.

Kerja sama ini memiliki perbedaan dibandingkan proyek lainnya karena tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Lampung-1 bukan merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Lampung, melainkan dimiliki dan dioperasikan oleh STAR.VISION Aerospace. Pemerintah Provinsi Lampung memanfaatkan data dan teknologi dari satelit tersebut untuk mendukung perencanaan pembangunan, pelayanan publik, serta penyusunan kebijakan berbasis data.

Baca Juga: Pria 49 Tahun Tewas Dihantam Kereta di Bandar Lampung 

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan kehadiran Lampung-1 menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan modern melalui pemanfaatan teknologi.

“Di era sekarang, keputusan yang baik harus lahir dari data yang akurat. Lampung-1 akan membantu kita melihat kondisi daerah secara lebih cepat, lebih luas, dan lebih presisi sehingga kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Mirza.

Selama ini, pemerintah masih banyak mengandalkan survei lapangan untuk memetakan kondisi wilayah. Cara tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama, biaya yang besar, dan hanya dapat menjangkau lokasi tertentu. Perubahan pada lahan pertanian, kawasan hutan, daerah rawan bencana, kualitas sungai, hingga perkembangan infrastruktur sering kali baru diketahui setelah dilakukan pengecekan langsung.

Akibatnya, proses penyusunan kebijakan harus menunggu data terkumpul terlebih dahulu, padahal kondisi di lapangan dapat berubah dengan cepat.

Melalui Lampung-1, berbagai informasi mengenai kondisi wilayah dapat dipantau secara berkala dari luar angkasa. Data satelit memungkinkan pemerintah memperoleh gambaran wilayah secara lebih cepat, lebih luas, dan lebih akurat sehingga setiap perubahan dapat dideteksi lebih awal sebagai dasar dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran.

Lampung-1 membawa teknologi hyperspectral yang mampu membaca kondisi permukaan bumi secara lebih rinci dibandingkan citra satelit biasa. Teknologi tersebut dipadukan dengan Artificial Intelligence (AI) di dalam satelit sehingga proses analisis menjadi lebih cepat dan berbagai informasi dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengambilan keputusan.

Baca Juga: Pemotor Tewas dalam Kecelakaan Maut di Lampung Selatan

Pemanfaatan teknologi ini mencakup pemantauan potensi banjir, longsor, dan kebakaran hutan, analisis kesehatan tanaman serta sistem irigasi, pemantauan kualitas sungai, pesisir, dan laut, hingga memantau perkembangan jalan, kawasan industri, pertambangan, serta berbagai infrastruktur lainnya.

Selain itu, data satelit juga dapat digunakan untuk menghitung kepadatan kendaraan, memantau perubahan tutupan lahan, melihat perkembangan tanaman, serta mendeteksi pembangunan baru tanpa harus melakukan studi lapangan yang membutuhkan waktu dan biaya besar.

Manfaat data tersebut dapat dirasakan oleh berbagai kalangan. Petani dapat mengetahui kondisi tanaman lebih awal sehingga potensi gagal panen dapat diantisipasi. Pemerintah memperoleh dasar yang lebih akurat dalam menyusun kebijakan. Dunia usaha mendapatkan informasi yang lebih baik untuk mendukung investasi dan pengembangan industri, sementara akademisi serta peneliti memperoleh sumber data baru untuk mendukung riset dan inovasi.

Selain menyediakan akses terhadap data satelit, kerja sama ini juga mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Pemerintah Provinsi Lampung akan mengirimkan sejumlah SDM mengikuti pelatihan di Tiongkok bersama STAR.VISION untuk mempelajari teknologi satelit, pengolahan data hyperspectral, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), serta penerapan data penginderaan jauh dalam mendukung pembangunan daerah. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi SDM lokal sehingga pemanfaatan teknologi satelit dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

Baca Juga: Prabowo Targetkan Jalur Kereta Trans Sumatera Tersambung dari Lampung hingga Aceh

Peluncuran Lampung-1 menjadi awal dari era baru pembangunan di Provinsi Lampung yang semakin mengandalkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan data. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa transformasi digital daerah dapat diwujudkan melalui kemitraan strategis dengan berbagai pihak sehingga manfaat teknologi antariksa dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat tanpa membebani keuangan daerah.

HIGHLIGHT

x|close