Ratusan Prestasi Diraih Siswa Sekolah Rakyat Selama 1 Tahun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Agu 2026, 00:05
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat Open House dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (1/8/2026). Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat Open House dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (1/8/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa siswa Sekolah Rakyat telah menorehkan ratusan hingga ribuan prestasi di berbagai jenjang kompetisi selama satu tahun program tersebut berjalan. Capaian itu mencakup tingkat daerah, provinsi, nasional, hingga internasional.

"Alhamdulillah, selama satu tahun beroperasi, sudah ratusan prestasi yang ditorehkan oleh siswa Sekolah Rakyat. Ada prestasi tingkat daerah, tingkat provinsi, tingkat nasional, dan ada juga prestasi di tingkat internasional," kata Gus Ipul, sapaan Saifullah Yusuf, didampingi Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono dalam kegiatan Open House dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Gus Ipul merinci, sepanjang 2025 siswa Sekolah Rakyat berhasil mengukir empat prestasi tingkat internasional, 674 prestasi tingkat nasional, 71 tingkat regional, 513 tingkat provinsi, 842 tingkat kabupaten/kota, 89 tingkat kecamatan, serta 1.347 prestasi di tingkat sekolah.

“Banyak sekali Bapak-Ibu sekalian dari anak-anak yang sebelumnya putus harapan dan sekarang mereka sudah berprestasi," ujarnya.

Baca juga: Kemensos Libatkan BRIN untuk Perkuat Sekolah Rakyat dan Program Pemberdayaan

Selain mencatatkan berbagai prestasi, menurut Gus Ipul, siswa Sekolah Rakyat juga mengalami perubahan sikap setelah mengikuti pendidikan selama setahun. Mereka dinilai lebih percaya diri, optimistis, dan disiplin.

Perkembangan tersebut terlihat dalam kegiatan MPLS, ketika siswa angkatan pertama menyambut peserta didik baru dengan beragam penampilan di atas panggung. Mereka menampilkan baris variasi, silat, drama musikal, paduan suara, pembacaan puisi, hingga pidato dalam bahasa Inggris, Arab, Mandarin, dan Korea.

Suasana haru turut mewarnai acara saat salah seorang siswa membacakan puisi berjudul "Dari Jamu Nguter dan Gamelan Wirun Kami Belajar". Gus Ipul bersama para peserta tampak tak kuasa menahan air mata menyaksikan penampilan tersebut.

Berbagai penampilan itu semakin menguatkan keyakinan para orang tua dan siswa bahwa Sekolah Rakyat menjadi salah satu jalan untuk meraih cita-cita sekaligus memutus rantai kemiskinan.

Baca juga: Sinergi Kemendagri dan Pemda dalam Menyiapkan Lahan Sekolah Rakyat

Salah satu orang tua siswa, Mulyadi, mengaku bersyukur putrinya, Khustimah, yang kini menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Sukoharjo tingkat SMA, dapat kembali melanjutkan sekolah. Sebelumnya, Khustimah sempat berhenti belajar selama satu tahun akibat keterbatasan ekonomi.

Sejak 2002, Mulyadi bekerja sebagai juru kunci makam dengan penghasilan sekitar Rp350 ribu per bulan. Sesekali ia memperoleh tambahan dari keluarga peziarah. Pendapatan tersebut belum mencukupi kebutuhan sehari-hari, bahkan Khustimah kerap membantu ayahnya membersihkan makam untuk menambah penghasilan keluarga.

"Ya anak saya biar bisa masuk sekolah sini kan, biar bisa neruskan sekolahnya, biar bisa bantu, besok kalau sudah lulus, biar membantu orang tuanya gitu," kata Mulyadi.

Mulyadi dan Khustimah menjadi salah satu contoh keluarga yang belum tersentuh secara optimal dalam proses pembangunan atau the invisible people. Melalui Sekolah Rakyat, Presiden Prabowo Subianto berupaya menjangkau keluarga-keluarga dengan kondisi serupa.

Baca juga: Tujuh SMA Swasta di Banten Mundur dari Program Sekolah Gratis, Nasib Siswa Bagaimana?

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo mengapresiasi kepercayaan pemerintah yang menetapkan Sukoharjo sebagai salah satu kabupaten yang memiliki Sekolah Rakyat permanen.

"Kepercayaan ini menjadi amanah yang akan kami jaga sebaik-baiknya melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, tenaga pendidik, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan," kata Eko.

Ia menilai Sekolah Rakyat merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan akses pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak Indonesia.

"Masa depan adalah hak bagi setiap anak bangsa tanpa memandang latar belakang sosial dan ekonomi," katanya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Sosial Robben Rico, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Supomo, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur, jajaran Forkopimda Kabupaten Sukoharjo, serta pejabat terkait lainnya.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close