Ntvnews.id, Jakarta - Tangis tak terbendung pecah di antara para buruh PT Namnam Fashion Industries, Kota Cimahi, Jawa Barat, saat hari terakhir mereka bekerja. Momen penuh haru ketika para pekerja saling berpelukan dan menangis usai perusahaan menghentikan kegiatan produksinya terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial.
Peristiwa tersebut terjadi di pabrik yang berlokasi di Jalan Mahar Martanegara, Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah. Suasana emosional itu menjadi penutup perjalanan para buruh yang harus kehilangan pekerjaan akibat pemutusan hubungan kerja (PHK).
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cimahi, Asep Jayadi, membenarkan adanya PHK di perusahaan tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, sebanyak 178 pekerja terdampak penghentian produksi.
"Menurut informasi di lapangan memang ada PHK, totalnya itu 178 orang," ujar Asep saat dihubungi, Senin (3/8/2026).
Menurut Asep, perusahaan diduga tidak lagi mampu mempertahankan usahanya di sektor garmen. Selain menghentikan produksi, perusahaan juga disebut berencana mengubah bidang usahanya. Meski demikian, Disnaker Kota Cimahi masih melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab penghentian produksi sekaligus proses PHK yang terjadi.
"Katanya ada efisiensi kerugian, mereka sudah enggak kuat memproduksi garmen, rencana mau berubah jenis usaha juga. Kami sekarang mau melakukan penelusuran dulu untuk kepastiannya," kata Asep.
Baca Juga: AHY: Cinta Tanah Air Harus Diiringi Perjuangan Hadirkan Kesejahteraan Bagi Rakyat
Sementara itu, Ketua DPC SPSI Kota Cimahi, Pepet Saeful Karim, mengungkapkan bahwa kondisi perusahaan sebenarnya sudah memburuk dalam beberapa tahun terakhir. Penurunan pesanan yang terjadi sejak 2019 membuat perusahaan terus mengalami tekanan, lalu semakin diperparah setelah pandemi Covid-19 pada 2020.
Menurut Pepet, penurunan order tersebut terus berlanjut hingga mencapai titik terendah pada 2026, terutama di industri garmen. Kondisi itu akhirnya memaksa perusahaan melakukan efisiensi dengan mengurangi jumlah pekerja hingga menghentikan kegiatan produksi.
"Betul telah terjadi PHK atau efisiensi pengurangan karyawan dikarenakan order PT Namnam terus berkurang dari tahun 2019. Puncaknya di tahun ini 2026 order drop, khususnya di sektor garmen," ungkap Pepet.
Anjloknya jumlah pesanan membuat perusahaan tidak lagi mampu menjalankan operasional seperti sebelumnya. Dampaknya, ratusan buruh kehilangan mata pencaharian dan harus mengakhiri kebersamaan mereka dengan suasana penuh haru, sebagaimana terekam dalam video yang kini ramai beredar di media sosial.
Tangis Buruh Garmen di Cimahi yang Terkena PHK (Instagram)