Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta perusahaan-perusahaan minyak di negaranya segera menurunkan harga bahan bakar yang dibayarkan konsumen.
"Kebijakan itu juga berlaku bagi perusahaan minyak lainnya ... dan turunkan harga minyak bagi konsumen (ritel) sekarang juga!" tulis Trump melalui platform Truth Social pada Senin, 3 Agustus 2026.
Trump mengaku tidak puas dengan keuntungan besar yang diperoleh sejumlah perusahaan minyak besar di Amerika Serikat.
"Mereka menghasilkan terlalu banyak uang. Saya tidak menyukainya ... Chevron, terlalu banyak uang. ExxonMobil, terlalu banyak uang," kata Trump kepada wartawan.
Baca Juga: Trump Masih Beri Kesempatan Iran Capai Kesepakatan Sebelum Tindakan Militer
Ia menilai perusahaan yang mencatatkan keuntungan hingga 12 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya seharusnya mengembalikan sebagian pendapatannya kepada masyarakat.
Pernyataan Trump disampaikan ketika ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih memberikan pengaruh terhadap kondisi pasar energi global.
Sebelumnya, pada akhir Juni 2026, Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent telah memperingatkan para pengecer bahan bakar agar tidak menaikkan harga secara berlebihan. Pemerintah AS juga menyatakan akan mengambil tindakan terhadap pelaku usaha yang melakukan hal tersebut.
Pada Kamis, 18 Juni 2026, Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik yang dimulai sejak Sabtu, 28 Februari 2026.
Baca Juga: Trump Konfirmasi Negoisasi dengan Iran akan Segera Digelar
Namun, pada Rabu, 8 Juli 2026, Trump menyatakan kesepakatan gencatan senjata tersebut sudah tidak berlaku. Setelah itu, militer Amerika Serikat melancarkan sejumlah serangan terhadap Iran.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut serangan tersebut dilakukan sebagai respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Iran kemudian melakukan pembalasan dengan menyerang sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Pada Minggu, 12 Juli 2026, Teheran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga Amerika Serikat menghentikan keterlibatannya di kawasan tersebut.
Sehari kemudian, Senin, 13 Juli 2026, Trump menyatakan Amerika Serikat akan menjadi "penjaga" Selat Hormuz dan kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
(Sumber: Antara)
Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026. (Antara)