Kepala Bappenas: El Nino Pengaruhnya Luar Biasa Besar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Agu 2026, 16:42
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy (keenam dari kiri) dalam agenda Dialog Nasional “Memperkuat Respons Lintas Sektor Dalam Menghadapi Dampak El Nino Kuat”, di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (4/8/2026). Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy (keenam dari kiri) dalam agenda Dialog Nasional “Memperkuat Respons Lintas Sektor Dalam Menghadapi Dampak El Nino Kuat”, di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (4/8/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy menegaskan bahwa tingkatan atau gradasi fenomena El Nino membawa pengaruh yang luar biasa besar terhadap dinamika pembangunan nasional.

“El-Nino, La-Nina, itu bukan sesuatu yang baru, tetapi gradasinya makin hari, makin tahun, ternyata pengaruhnya luar biasa besarnya,” kata Rachmat Pambudy dalam agenda Dialog Nasional “Memperkuat Respons Lintas Sektor Dalam Menghadapi Dampak El Nino Kuat” di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (4/8).

Rachmat menerangkan bahwa persoalan perubahan iklim, terutama kenaikan suhu lingkungan, tidak dapat dipandang sepele karena dampaknya langsung terasa pada kondisi alam Indonesia. Ia mencontohkan bagaimana negara lain seperti India telah merespons isu iklim yang berkembang selama lebih dari 20 tahun melalui persiapan matang—mulai dari antisipasi kekeringan, penanganan banjir, mitigasi penyakit, hingga pengembangan varietas tanaman yang tahan variabilitas cuaca.

Dalam hal ini, Bappenas memegang tanggung jawab atas perencanaan nasional, khususnya pada sektor krusial seperti pangan, energi, dan air yang rentan terdampak dinamika iklim.

Purbaya Temui Bappenas, Matangkan Strategi Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

“Kita harus memastikan bahwa respons yang kita bangun (dalam menghadapi perubahan iklim) tidak hanya lagi bersifat reaktif, melainkan sebuah aksi dini atau early action yang terpadu, terukur, dan berakar kuat pada analisis iklim kita. Dengan fondasi sains dan kerja sama lintas sektor, kita tidak hanya menjaga keberlanjutan roda pembangunan nasional, tapi membuktikan ketangguhan bangsa Indonesia terhadap dinamika iklim global,” tegas Kepala Bappenas.

Lebih lanjut, Rachmat menilai Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memegang peran vital dalam menjaga kepastian pasokan pangan, energi, dan air nasional. Mengenai tata kelola air, ia menyoroti status Indonesia sebagai negara kepulauan yang seharusnya bertumpu pada manajemen yang presisi.

“Negara kepulauan seharusnya tidak perlu kekurangan air dan tidak perlu kelebihan air, karena dua-duanya bisa kita atasi. Namun ini semua tergantung kesiapan BMKG,” ujar Rachmat.

Baca juga:Kementerian PU Tangani 294 Titik Kekeringan Akibat El Nino

Ia menambahkan, pengelolaan isu iklim di tanah air pada dasarnya dapat diatasi dengan mempelajari rekam jejak peristiwa masa lalu. Ke depan, penanganan dinamika iklim juga berkaitan erat dengan pengendalian pencemaran lingkungan serta pencapaian target net zero emission nasional.

“Persoalan iklim, khusus di Indonesia, seharusnya juga bisa kita atasi dengan cara mempelajari apa yang sudah pernah terjadi. Khusus untuk masa yang akan datang, iklim berpengaruh kepada persoalan yang menyangkut masalah pencemaran lingkungan kita, dan paling penting berpengaruh pada net zero emission yang menjadi target kita, target tahun 2029, target 2060, yang menjadi bagian dari pekerjaan nasional kita,” pungkas Menteri PPN.

 

(Sumber:Antara)

HIGHLIGHT

x|close