Seoul Rilis Peringatan Panas Tinggi Usai Suhu Udara Capai 38 Derajat Celsius

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Agu 2026, 21:27
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Orang-orang berjalan di bawah teriknya matahari di Quezon City, Filipina, Selasa (30/4/2024). Ilustrasi - Orang-orang berjalan di bawah teriknya matahari di Quezon City, Filipina, Selasa (30/4/2024). (Antara)

Ntvnews.id, Seoul -Untuk pertama kalinya dalam sejarah, status peringatan gelombang panas level tertinggi resmi ditetapkan untuk wilayah Seoul, Korea Selatan, pada Selasa, 4 Agustus 2026. Langkah darurat ini diambil setelah suhu udara di ibu kota diproyeksikan melonjak hingga menyentuh angka 38 derajat Celsius.

Badan Meteorologi Korea Selatan mengonfirmasi bahwa peringatan cuaca panas ekstrem ini mulai diberlakukan sejak pukul 11.00 waktu setempat di kawasan tenggara dan barat laut Seoul.

Sebanyak 11 distrik di Seoul, termasuk wilayah padat seperti Gangnam, Songpa, Gangseo, dan Gwanak, masuk dalam cakupan skema peringatan tertinggi tersebut. Status ini baru pertama kali diaktifkan sejak sistem peringkat peringatan cuaca panas terbaru Korsel diperkenalkan pada 1 Juni lalu.

Peringatan gelombang panas level tertinggi ini diterbitkan ketika suhu udara yang dirasakan mencapai 38 derajat Celsius atau lebih. Status serupa juga berlaku jika suhu harian tertinggi diprediksi menyentuh 39 derajat Celsius atau lebih di wilayah yang mencatatkan suhu harian minimal 35 derajat Celsius selama setidaknya dua hari berturut-turut.

Baca juga: Fakta Suhu Panas di Indonesia yang Hampir Tembus 40 Derajat Celcius

Sengatan gelombang panas yang makin parah langsung memicu krisis kesehatan. Laporan pemerintah mencatat setidaknya ada 18 kasus penyakit akibat sengatan panas yang dilaporkan di Seoul pada Senin,3 agustus 2026.

Dengan lonjakan kasus harian tersebut, akumulasi korban terdampak gelombang panas di ibu kota Korsel sejak 15 Mei telah menembus 185 orang, dengan dua di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Pemerintah Kota Seoul menyatakan terus memantau eskalasi jumlah korban dan mengintensifkan langkah-langkah mitigasi di lapangan. Upaya yang dilakukan meliputi penyiraman air di jalan-jalan protokol hingga pemberian perlindungan khusus bagi kelompok masyarakat rentan, khususnya penduduk yang menghuni kawasan pemukiman padat.

Baca juga: Jepang Gelontorkan Rp57,4 Triliun untuk Subsidi Energi Musim Panas

Sebagai penanganan darurat, otoritas kota telah menyiagakan sekitar 4.000 titik lokasi sebagai ruang perlindungan (shelter) gelombang panas, yang memanfaatkan pusat-pusat komunitas hingga fasilitas lansia.

Di sisi lain, Kementerian Dalam Negeri Korea Selatan turut mengimbau publik secara masif melalui pesan singkat (SMS). Warga diminta untuk mencukupi asupan air minum, berteduh di ruangan berpendingin, membatasi aktivitas di luar ruangan, serta senantiasa memantau kondisi keselamatan anggota keluarga mereka.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close