Diperbarui, Menkes Sebut Aplikasi SATUSEHAT Bakal Tampilkan Tren Data Kesehatan Pribadi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Agu 2026, 23:14
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers terkait rancangan Perpres Tata Kelola Penyelenggaraan KDKMP yang digelar di Jakarta, Selasa (28/7/2026). Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers terkait rancangan Perpres Tata Kelola Penyelenggaraan KDKMP yang digelar di Jakarta, Selasa (28/7/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan rencana perombakan besar-besaran aplikasi SATUSEHAT. Pembaruan ini dirancang agar masyarakat dapat memantau tren kesehatan pribadi secara real-time sekaligus memperoleh rekomendasi tindak lanjut medis yang dibutuhkan.

Budi menjelaskan, pembaruan SATUSEHAT bakal mencakup integrasi rekam medis antar-fasilitas kesehatan ke dalam satu akun pengguna, penelusuran aktivitas fisik mirip perangkat wearable, hingga potensi pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

"Jadi teman-teman bisa kayak bisa lihat rekening bank gitu. Ini bisa lihat data kesehatan di manapun. Dicek di rumah sakit A, di laboratorium B, di rumah sakit C, di puskesmas D, semua data kesehatannya bisa masuk jadi satu file di SATUSEHAT-nya teman-teman," kata Budi di Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.

Lewat sistem terintegrasi ini, masyarakat dapat memantau perkembangan berbagai indikator kesehatan penting, seperti tekanan darah, kadar gula darah, hingga kolesterol—secara berkala dari waktu ke waktu.

Baca juga: Menkes Juga Kepala BPOM Hadiri Kongres XXII dan PIT IAI 2026 di kota Medan

Tidak hanya mengonsolidasikan data dari rumah sakit maupun laboratorium, SATUSEHAT juga disiapkan untuk merekam aktivitas fisik harian pengguna, seperti olahraga lari atau jalan kaki.

Guna mengoptimalkan pemantauan, Kementerian Kesehatan mempertimbangkan integrasi AI yang bertindak sebagai asisten medis pribadi. Fitur cerdas ini bakal memberikan peringatan serta panduan langsung saat indikator kesehatan pengguna menunjukkan grafik abnormal atau butuh penanganan medis.

"Dan nanti mungkin kita kasih AI sedikit. Jadi kalau misalnya udah tinggi, mesti ngapain aja. 'Kontak dokter Dante, ini nomor teleponnya,'" ujar Budi.

Pemerintah menargetkan peluncuran pembaruan aplikasi SATUSEHAT dengan fitur-fitur anyar ini dapat resmi bergulir pada Agustus 2026.

Baca juga: BRIN: Teknologi Kecerdasan Buatan Tidak Boleh Mengorbankan Kejujuran Akademik

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close