Ntvnews.id, Taheran - Iran mulai mengarahkan serangan terhadap pusat data kecerdasan buatan (AI) milik perusahaan Amerika Serikat yang berada di sejumlah negara Timur Tengah. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perang atrisi Teheran terhadap Washington yang mulai menimbulkan tekanan ekonomi.
Dalam beberapa waktu terakhir, Iran melancarkan serangan yang cukup berdampak terhadap kilang minyak, aktivitas ekspor energi, hingga sejumlah destinasi wisata di negara-negara sekitar. Serangkaian serangan tersebut mulai menimbulkan gangguan terhadap perekonomian negara-negara Teluk serta pihak-pihak yang memiliki hubungan bisnis dengan kawasan tersebut.
Pusat data AI yang berada di negara-negara Teluk juga menjadi salah satu sasaran serangan sporadis Iran. Infrastruktur tersebut memiliki peran penting karena teknologi AI dipandang sebagai salah satu fondasi utama bagi perkembangan ekonomi dunia pada masa mendatang.
Iran disebut telah menyerang sejumlah pusat data yang berada di negara-negara tetangga. Amerika Serikat kemudian merespons dengan melancarkan serangan terhadap salah satu fasilitas pusat data di Iran.
Dilansir dari CNN International, Rabu, 5 Agustus 2026, pusat data AI sebenarnya telah lama menjadi target serangan siber. Namun, serangan secara langsung terhadap fasilitas fisik semacam itu menjadi fenomena yang relatif baru pada 2026.
Situasi tersebut menjadi persoalan serius bagi Washington karena Amerika Serikat menempatkan AI sebagai salah satu komponen strategis untuk keamanan nasional dan pertumbuhan ekonomi. Hal ini juga berkaitan dengan investasi besar perusahaan teknologi dalam membangun pusat data dengan biaya tinggi di berbagai belahan dunia.
Dalam konflik yang berlangsung, Iran dan AS saling menargetkan pusat data AI yang berkaitan dengan kepentingan Amerika Serikat. Salah satu serangan terbaru terjadi ketika Iran menyerang pusat data milik Amazon di Bahrain pada akhir bulan lalu.
Amazon tidak memberikan komentar terkait serangan tersebut. Namun, dashboard Amazon Web Services (AWS) menunjukkan adanya gangguan layanan di wilayah tersebut sejak serangan pertama pada 30 April terhadap fasilitas itu.
Baca Juga: Rudal Iran Hantam Gedung Perusahaan China di Kuwait, 1 Tewas
Citra satelit juga memperlihatkan adanya kerusakan cukup luas pada fasilitas AWS yang menjadi sasaran.
Sejak awal konflik, Iran telah menyatakan bahwa pusat data tertentu merupakan target militer yang sah. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bahkan merilis daftar 29 fasilitas teknologi regional yang menjadi sasaran potensial, termasuk infrastruktur milik Amazon, Google, Microsoft, Nvidia, dan Palantir.
Dalam unggahan melalui Telegram setelah serangan pada 21 Juli terhadap fasilitas Amazon, Teheran menyatakan bahwa serangan kembali dilakukan karena Amazon menyediakan layanan cloud yang digunakan untuk mendukung aktivitas intelijen militer Amerika Serikat.
Amazon diketahui memiliki sejumlah kontrak dengan pemerintah AS, termasuk keterlibatan dalam proyek Joint Warfighting Cloud Capability yang bernilai US$9 miliar. Google, Microsoft, dan Oracle juga tercatat sebagai perusahaan yang terlibat dalam proyek tersebut.
Ilustrasi. Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). (Foto: Istimewa)
Keberadaan pusat data di kawasan Timur Tengah tidak hanya penting bagi militer AS dan industri AI. Infrastruktur tersebut juga dianggap strategis bagi negara-negara Teluk yang tengah berambisi menjadikan kawasan mereka sebagai salah satu pusat pengembangan AI dunia, bersanding dengan Amerika Serikat dan China.
Arab Saudi bahkan telah mengarahkan sebagian besar dana dari kekayaan negaranya yang mencapai sekitar US$1 triliun untuk pengembangan teknologi AI.
Sementara itu, Uni Emirat Arab (UEA) pada tahun lalu mencapai kesepakatan besar dengan pemerintahan Trump untuk membangun Stargate, proyek pusat data AI dengan nilai investasi mencapai US$500 miliar. Proyek tersebut disebut sebagai fasilitas AI terbesar yang dibangun di luar Amerika Serikat.
Stargate melibatkan sejumlah perusahaan teknologi besar, termasuk OpenAI, Oracle, Nvidia, dan Cisco, sebagai mitra dalam pengembangannya.
Ilustrasi - Rudal Iran. (Antara)