Penyebab JPO "Dekat Tapi Tak Nyatu" di Rasuna Said

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Agu 2026, 10:46
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
2 JPO di Rasuna Said Berdekatan tapi Tak Terhubung 2 JPO di Rasuna Said Berdekatan tapi Tak Terhubung (Dinas Bina Marga DKI)

NTVNews.id, Jakarta - Dua jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan menjadi perhatian publik karena lokasinya berdekatan tetapi tidak saling terhubung.

Sorotan terhadap fasilitas penyeberangan ini kemudian mendapat penjelasan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Dinas Bina Marga menyebut kedua JPO tersebut memang dibangun pada waktu berbeda dan memiliki fungsi yang tidak sama.

JPO pertama merupakan fasilitas lama milik Pemprov DKI Jakarta yang sejak awal digunakan masyarakat untuk menyeberangi Jalan HR Rasuna Said.

Sementara JPO lainnya merupakan fasilitas integrasi yang dibangun oleh pihak LRT Jabodebek. JPO tersebut dirancang sebagai bagian dari konektivitas antarmoda, khususnya untuk menghubungkan Stasiun LRT Jabodebek dengan Halte TransJakarta.

Perubahan tata letak transportasi di kawasan tersebut turut membuat fungsi JPO lama berubah. Sebelum Halte TransJakarta dipindahkan ke kawasan Stasiun Terintegrasi LRT Jabodebek, JPO eksisting menjadi salah satu akses langsung menuju halte.

Baca Juga: Truk Nyangkut di JPO Matraman Gegara Sopir Main HP, Pramono: Tindak Keras!

Setelah halte dipindahkan dan terintegrasi dengan stasiun LRT, akses penumpang kemudian dialihkan melalui JPO integrasi yang baru.

Dinas Bina Marga DKI Jakarta juga menerangkan bahwa JPO integrasi tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi penumpang LRT Jabodebek dan TransJakarta.

Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny mengatakan bahwa JPO tersebut memiliki area tidak berbayar atau unpaid area. Dengan demikian, masyarakat umum tetap dapat memanfaatkannya untuk menyeberang jalan.

Fasilitas tersebut juga dilengkapi lift untuk mendukung aksesibilitas berbagai kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, serta pengguna lain yang membutuhkan akses lebih mudah.

"JPO integrasi terdapat area tidak berbayar (unpaid area) sehingga dapat digunakan oleh masyarakat umum untuk menyeberang. Fasilitas ini telah dilengkapi dengan lift untuk memudahkan akses masyarakat, khususnya penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, serta pengguna lainnya yang membutuhkan kemudahan akses," kata Dinarwenny dalam keterangannya, Rabu, 5 Agustus 2026.

2 JPO di Rasuna Said Berdekatan tapi Tak Terhubung <b>(Dinas Bina Marga DKI)</b> 2 JPO di Rasuna Said Berdekatan tapi Tak Terhubung (Dinas Bina Marga DKI)

Usulan agar kedua JPO di Rasuna Said dibuat terkoneksi juga telah disampaikan oleh masyarakat. Namun, Dinas Bina Marga menjelaskan bahwa penyambungan kedua struktur tersebut tak bisa dilakukan begitu saja karena terdapat persoalan teknis.

Berdasarkan kondisi di lapangan, lantai kedua JPO memiliki perbedaan ketinggian sekitar 75 sentimeter. Sementara itu, jarak horizontal di antara kedua struktur hanya sekitar 60 sentimeter.

Kondisi tersebut membuat pembangunan tangga maupun ramp penghubung menjadi sulit dilakukan. Selain aspek konstruksi, desain penghubung juga harus memenuhi ketentuan keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan aksesibilitas bagi seluruh pengguna.

Karena JPO integrasi berada dalam pengelolaan pihak LRT Jabodebek, rencana penyambungan kedua fasilitas tersebut juga membutuhkan kajian teknis lebih lanjut.

Meski belum terhubung secara langsung, masyarakat sebenarnya masih dapat memanfaatkan kedua JPO tersebut sesuai lokasi dan kebutuhan perjalanan.

Jarak antara titik turun dari kedua JPO diperkirakan hanya sekitar 50 meter. Artinya, pengguna yang membutuhkan fasilitas penyeberangan tetap memiliki alternatif untuk memilih JPO yang paling sesuai.

Dinas Bina Marga pun mengimbau masyarakat menggunakan fasilitas penyeberangan yang telah tersedia dan tetap memperhatikan keselamatan saat melintas di kawasan tersebut.

Pramono Anung Pastikan JPO Rasuna Said Segera Dihubungkan

Pramono Anung <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Di tengah ramainya pembahasan mengenai dua JPO yang tidak tersambung tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan akan segera mengambil langkah untuk menghubungkannya.

Pramono mengaku baru mengetahui persoalan tersebut setelah mengikuti pemberitaan yang ramai diperbincangkan. Ia menilai konektivitas antarfasilitas pejalan kaki perlu diperbaiki agar masyarakat mendapatkan akses yang lebih mudah dan nyaman.

"Yang pertama untuk JPO, kebetulan saya sudah mengikuti beritanya dan saya juga baru tahu kalau tidak terhubung. Maka kami akan segera memutuskan untuk dihubungkan," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026. 

Menurutnya, pembahasan mengenai JPO Rasuna Said akan segera dilakukan. Ia menyebut agenda rapat paripurna khusus digelar hari ini, juga akan menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan tersebut.

"Kebetulan besok kami akan ada rapat paripurna khusus untuk itu, jadi yang di JPO Rasuna Said segera akan dihubungkan supaya fasilitas itu terkoneksi dengan baik," tutupnya.

HIGHLIGHT

x|close