Cek Fakta: Video Situasi Demo Viral Ternyata Saat Aksi 31 Juli 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Agu 2026, 15:16
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip - Massa aksi unjuk rasa yang terdiri dari mahasiswa berbagai kampus memadati kawasan Jalan MH Thamrin sekitar Bundaran HI, Jakarta Pusat, yang diblokade Jumat (12/6/2026) Arsip - Massa aksi unjuk rasa yang terdiri dari mahasiswa berbagai kampus memadati kawasan Jalan MH Thamrin sekitar Bundaran HI, Jakarta Pusat, yang diblokade Jumat (12/6/2026) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Sebuah video yang memperlihatkan barisan personel kepolisian duduk di balik pagar pembatas saat menghadapi kerumunan massa mendadak viral di platform X. Dalam rekaman yang telah disaksikan lebih dari 300 ribu kali tersebut, tampak rombongan mahasiswa beralmamater, peserta berpakaian hitam, serta deretan pembawa bendera memadati lokasi.

Unggahan itu disertai klaim bahwa peristiwa tersebut merupakan situasi unjuk rasa terkini di Jakarta pada 31 Juli 2026 yang sengaja tidak ditayangkan di layar kaca televisi.

Unggahan video yang mengklaim situasi demo 31 Juli 2026 di Jakarta. Faktanya, video tersebut merupakan rekaman aksi demonstrasi pada 12 Juni 2026 yang disebarkan kembali dengan konteks yang menyesatkan. (X) <b>(Antara)</b> Unggahan video yang mengklaim situasi demo 31 Juli 2026 di Jakarta. Faktanya, video tersebut merupakan rekaman aksi demonstrasi pada 12 Juni 2026 yang disebarkan kembali dengan konteks yang menyesatkan. (X) (Antara)

Rekaman yang diklaim sebagai peristiwa hangat akhir Juli itu rupanya tidak sesuai fakta. Hasil penelusuran digital menggunakan Google Image menemukan bahwa video tersebut identik dengan unggahan di Instagram yang mengabadikan momen di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Peristiwa sebenarnya terjadi pada 12 Juni 2026 silam, sekitar pukul 19.30 WIB.

Kala itu, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama lebih dari 700 mahasiswa dari pelbagai perguruan tinggi menggelar aksi bertajuk "Menuju Indonesia Bangkrut". Ada lima tuntutan utama yang diusung massa aksi, yakni penghentian pemborosan APBN, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, pembatalan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, penghentian militerisme di ranah sipil, hingga desakan agar Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahannya.

Baca juga: Pelaku Pelecehan Verbal ke Wakil Ketua BEM UI Minta Maaf, Ngaku Orang Miskin

Klaim mengenai tuduhan adanya sensor atau pembatasan terhadap media massa juga dibantah tegas oleh pemerintah. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan, tidak ada upaya menghalangi kerja insan pers dalam meliput aksi unjuk rasa sepanjang tetap mengacu pada regulasi yang berlaku.

"Dari Kementerian Komunikasi dan Digital, tidak ada kita melakukan pelarangan terhadap media massa untuk melakukan peliputan-peliputan apa pun bentuknya selama dalam kaidah-kaidah jurnalistik dan sesuai dengan koridor Undang-Undang Pers. Jadi itu tidak betul," kata Meutya.

Secara keseluruhan, klaim yang menyebutkan bahwa video tersebut merekam demonstrasi di Jakarta pada 31 Juli 2026 dan luput dari pemberitaan media televisi terpatahkan. Dokumentasi aksi unjuk rasa 12 Juni 2026 tersebut sengaja disebarkan ulang oleh pihak tertentu dengan konteks dan narasi yang menyesatkan.

Baca juga: Pemerintah Tegaskan Tak Pernah Larang Media Meliput Aksi Demonstrasi

(Sumber: Antara)

 

HIGHLIGHT

x|close