Ntvnews.id, Jakarta - Yayasan STAPA Center melalui payung Program Keberlanjutan "Sampoerna untuk Indonesia" terus memperkuat dukungannya terhadap modernisasi sektor pertanian di Tanah Air. Bersama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), STAPA Center menyalurkan bantuan alat pertanian berupa mesin panen dan mesin olah tanah kepada ratusan petani yang tergabung dalam 50 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), disertai program pendampingan.
Inisiatif tersebut merupakan bagian dari komitmen dalam menjalankan berbagai program yang mendukung pembangunan nasional, khususnya di sektor pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis dalam acara Temu Tani yang digelar di Taman Edukasi D'Embung Park Pandanmulyo, Malang, Jawa Timur, belum lama ini. Program tersebut menjadi wujud kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan organisasi petani dalam mempercepat modernisasi proses budidaya tanaman pangan, terutama padi, di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono yang saat itu masih menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian, lalu Ketua DPD HKTI Jawa Timur Arum Sabil, serta sejumlah tokoh nasional dan daerah lainnya. Selain seremoni penyerahan bantuan, kegiatan juga diramaikan dengan pameran produk pertanian dan UMKM lokal sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan nilai tambah hasil pertanian.
Dalam sambutannya, Sudaryono yang juga menjabat sebagai Ketua Umum HKTI, menegaskan pemerintah mendukung pemanfaatan teknologi dan alat pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Menurutnya, penggunaan mesin panen dan alat pengolahan tanah dapat membantu petani memperoleh hasil yang lebih optimal sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.
Ia juga menilai modernisasi alat pertanian menjadi salah satu strategi untuk menarik minat generasi muda agar terjun ke sektor pertanian.
"Kalau untuk membangkitkan anak-anak muda ini menjadi petani, ini perlu support kekinian, yang modern, mungkin seperti drone, mungkin seperti alat pertanian yang agak canggih," katanya dalam sambutan.
Sementara itu, Ketua DPD HKTI Jawa Timur Arum Sabil mengapresiasi sinergi antara HKTI dan STAPA Center dalam penyediaan mesin panen serta alat pengolahan tanah. Menurutnya, kehadiran alat tersebut dapat meningkatkan efisiensi proses panen dan mendukung peningkatan produktivitas lahan.
Ia menambahkan, peningkatan hasil pertanian tidak hanya bergantung pada benih unggul, pupuk, serta ketersediaan air dan irigasi, tetapi juga memerlukan dukungan peralatan pertanian yang memadai.
"Atas nama keluarga besar HKTI Jawa Timur kami ucapkan terima kasih kepada Sampoerna berkat support bantuan alat-alat pertaniannya. Saya yakin ini sebenarnya berkat silaturahmi yang baik antara Ketua Umum DPP HKTI dengan lintas organisasi dan pelaku usaha,” ujarnya.
Mesin panen dan olah tanah yang disalurkan telah melalui kajian oleh sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Alat tersebut dirancang agar sesuai dengan karakteristik lahan pertanian berskala kecil, serta dapat dioperasikan di lahan datar maupun area terasering.
Melalui bantuan tersebut, para petani diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja sekaligus produktivitas hasil panen. Kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan organisasi petani juga diharapkan dapat memperluas pemanfaatan teknologi pertanian modern di berbagai daerah sehingga mampu mendorong transformasi sektor pertanian menjadi lebih produktif, efisien, berdaya saing, serta mendukung peningkatan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan dan kelancaran pasokan bawang merah menjelang Iduladha 1447 Hijriah.