Ntvnews.id, Jakarta - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dikabarkan telah memberi tahu Kongres mengenai rencana penutupan lima misi diplomatik di luar negeri, termasuk Konsulat Jenderal AS di Medan, Sumatera Utara. Langkah ini menjadi salah satu pengurangan kehadiran diplomatik Amerika Serikat yang tergolong jarang dilakukan.
Dilansir dari Reuters, Kamis, 6 Agustus 2026, sejumlah sumber yang mengetahui isi pemberitahuan tersebut mengatakan dokumen itu telah dikirim kepada beberapa komite di Kongres AS pada akhir pekan lalu. Informasi tersebut disampaikan secara anonim karena pemberitahuan tersebut belum dipublikasikan secara resmi.
Dalam pemberitahuan itu, Departemen Luar Negeri AS menyatakan berencana menutup misi diplomatik di St. George's (Grenada), Nagoya (Jepang), Medan (Indonesia), Douala (Kamerun), dan Winnipeg (Kanada).
Rencana tersebut dinilai sebagai langkah yang tidak lazim karena penutupan sejumlah misi diplomatik dilakukan bukan akibat situasi geopolitik tertentu, melainkan sebagai bagian dari kebijakan efisiensi pemerintahan Presiden Donald Trump untuk merampingkan birokrasi pemerintah federal.
Sebelumnya, pada awal masa pemerintahan Trump, Departemen Luar Negeri AS juga mulai menyusun rencana penutupan hampir selusin misi diplomatik di luar negeri. Langkah itu merupakan bagian dari agenda reformasi birokrasi yang sejalan dengan kebijakan "America First" yang diusung Trump.
Baca Juga: Zelensky Berhentikan Duta Besar Ukraina untuk Amerika Serikat Olha Stefanishyna
Saat dimintai tanggapan pada Minggu lalu, Departemen Luar Negeri AS tidak membenarkan maupun membantah rencana penutupan tersebut. Namun, lembaga itu menyatakan fokusnya adalah memastikan kehadiran diplomatik Amerika Serikat tetap berjalan secara efisien dan efektif. Departemen juga menegaskan komitmennya untuk mengikuti prosedur pemberitahuan kepada Kongres.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menilai langkah penghematan tersebut diperlukan untuk menyesuaikan ukuran organisasi yang selama ini dianggap sebagian kalangan konservatif terlalu besar dan birokratis.
Dari lima misi yang masuk dalam daftar penutupan, kantor di St. George's berstatus kedutaan besar. Sementara itu, Medan, Winnipeg, dan Nagoya merupakan kantor konsulat, sedangkan kantor di Douala berstatus sebagai kantor cabang kedutaan besar.
Konsulat dan kantor cabang kedutaan umumnya bertugas mewakili kepentingan Amerika Serikat di wilayah-wilayah di luar ibu kota negara tempat mereka berada.
Pada masa pemerintahan Presiden Joe Biden, Amerika Serikat justru membuka beberapa misi diplomatik baru di kawasan Pasifik sebagai bagian dari upaya memperkuat pengaruh di tengah persaingan strategis dengan China.
Meski China tidak memiliki misi diplomatik di Douala maupun Winnipeg, Beijing diketahui tetap memiliki perwakilan diplomatik di St. George's, Nagoya, dan Medan.
Ilustrasi - Bendera Amerika Serikat. (Antara)