Ratusan Siswa SMKN 1 Mempawah Hilir Gelar Demo Gegara 2 Guru Diduga Berselingkuh

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Agu 2026, 10:18
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Siswa SMKN 1 Mempawah Hilir Siswa SMKN 1 Mempawah Hilir (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Ratusan siswa SMK Negeri 1 Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, menggelar aksi penyampaian aspirasi di lingkungan sekolah pada Rabu (5/8). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk tuntutan agar dua guru mereka tidak lagi dilibatkan dalam kegiatan belajar mengajar setelah muncul dugaan perselingkuhan yang viral di media sosial.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 09.20 WIB itu diikuti sekitar 700 siswa. Dalam penyampaian aspirasi, para siswa didampingi Komite Sekolah dan meminta pihak sekolah segera menindaklanjuti persoalan yang menjadi perhatian mereka.

Kapolsek Mempawah Hilir Iptu Edi Marwan mengatakan pihak kepolisian turun ke lokasi untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib. Polisi juga mengimbau para siswa agar tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun mencoreng nama baik sekolah.

"Kami mengimbau para siswa agar tidak melakukan perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun nama baik sekolah," kata Edi Marwan dalam keterangannya, Rabu (5/8).

Selain itu, pihak kepolisian meminta para siswa tetap tenang karena persoalan tersebut masih dalam proses pendalaman oleh pihak sekolah bersama Komite Sekolah.

Baca Juga: Teknologi SIVP JAECOO J7 SHS-P Jadi Sorotan GIIAS 2026, Mobil Parkir dan Datang Sendiri

"Permasalahan ini masih dalam proses pendalaman. Biarkan pihak sekolah dan komite melakukan pendalaman terkait benar atau tidaknya kejadian tersebut," ujarnya.

Edi juga mengingatkan para siswa untuk menjaga fasilitas sekolah selama aksi penyampaian aspirasi berlangsung agar kegiatan tetap berjalan kondusif.

Sekitar pukul 10.00 WIB, pihak sekolah kemudian menggelar pertemuan di aula yang dihadiri Kepala SMKN 1 Mempawah Hilir, Komite Sekolah, serta perwakilan siswa untuk membahas tuntutan tersebut.

Dalam pertemuan itu, para siswa secara resmi menyampaikan permintaan agar dua guru, yakni Usmadi yang merupakan guru Pendidikan Agama Islam dan Sri Novi Riani selaku guru Pendidikan Pancasila, tidak lagi mengajar di sekolah tersebut. Mereka juga meminta Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat menyiapkan guru pengganti.

Menanggapi aspirasi itu, Komite Sekolah meminta seluruh siswa tetap tenang dan kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar sambil menunggu tindak lanjut dari pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat.

Setelah pertemuan selesai, kedua guru tersebut dievakuasi dari lingkungan sekolah dengan pengawalan personel Polres Mempawah dan Polsek Mempawah Hilir. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 11.20 WIB dalam keadaan kondusif, dan para siswa kembali mengikuti proses belajar mengajar seperti biasa.

HIGHLIGHT

x|close