Ntvnews.id, Jakarta -Komite Parlemen India untuk Komunikasi dan Teknologi Informasi melayangkan ultimatum keras kepada CEO Meta, Mark Zuckerberg. Zuckerberg diberi tenggat waktu tiga hari untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung atas insiden pemblokiran sementara unggahan Perdana Menteri Narendra Modi di Facebook.
India Today melaporkan pada Kamis, 6 Agustus 2026, komite yang dipimpin Nishikant Dubey menilai pemblokiran unggahan PM Modi pada 23 Juli lalu sebagai bentuk serangan terhadap demokrasi. Tindakan tersebut dipandang mencederai kepemimpinan dari negara berpenduduk sekitar 1,4 miliar jiwa tersebut.
Awal mula insiden terjadi pada Juli lalu ketika Meta membatasi akses terhadap sebuah video yang diunggah Modi. Video tersebut berisi pesan sang perdana menteri kepada para pelajar India terkait isu kebocoran soal ujian nasional.
Meski Meta telah memulihkan unggahan itu dan melayangkan permintaan maaf resmi dengan alasan timbul kesalahan teknis, tanggapan tersebut tidak memuaskan pemerintah setempat. Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi India menilai penjelasan yang diberikan pihak Meta “tidak memuaskan”.
Baca juga: Mark Zuckerberg Umumkan PHK 8 Ribu Karyawan Meta demi Percepat Pengembangan AI
Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri India Narendra Modi meresmikan proyek konservasi dan restorasi Kompleks Candi Prambanan di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) (Istimewa)
CEO Facebook Mark Zuckerberg bersaksi di hadapan House Financial Services Committee Amerika Serikat pada 23 Oktober 2019. (Antara)