Perluas Jangkauan Gizi, Menteri Wihaji Beri TPK Tugas Baru Distribusikan MBG bagi 3B
NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Agu 2026, 13:15
Naila Fadhilah
Penulis
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji dalam pertemuanya dengan 1.002 TPK di Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Rabu (5/8/2026) (Antara)
Ntvnews.id, Jakarta -Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji mengonfirmasi bahwa Tim Pendamping Keluarga (TPK) resmi mengemban tugas baru. Para kader TPK kini diterjunkan untuk mendistribusikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus bagi kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui serta balita non-PAUD.
Kebijakan ini ditujukan untuk memperluas jangkauan pelayanan gizi secara langsung kepada keluarga sasaran. Guna memastikan kesiapan di lapangan, Wihaji meninjau langsung pelaksanaan tugas TPK di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Rabu (5/8). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan amanat baru tersebut dijalankan sesuai regulasi.
Wihaji menjelaskan bahwa penugasan ini berlandaskan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 Pasal 47. Aturan tersebut memandatkan pendayagunaan kader pendamping keluarga untuk mengurus distribusi sekaligus memberikan edukasi gizi kepada kelompok sasaran.
"Ini sesuai dengan amanat dari Perpres 115 Pasal 47 yang menyatakan pendayagunaan kader pendamping keluarga untuk mendistribusikan dan mengedukasi," katanya.
Berdasarkan hasil pemantauan di Kepulauan Bangka Belitung, pelaksanaan tugas anyar ini dinilai sudah berjalan cukup baik, meskipun tingkat kesiapan antarwilayah belum seragam.
"Saya melihat di Babel sudah berjalan dengan baik walaupun belum semuanya, tapi minimal SPPG sudah ada peruntukannya untuk 3B ini," ujarnya.
Penyaluran MBG kelompok 3B ini melengkapi jajaran tugas TPK yang selama ini berfokus pada pendampingan ibu hamil, ibu menyusui, balita, remaja, hingga lansia dalam bingkai program pembangunan keluarga.
Wihaji menyoroti bahwa Program MBG bagi kelompok 3B merupakan skema prioritas presiden dengan karakteristik yang terbilang unik dibanding negara lain. Umumnya, program intervensi gizi di mancanegara hanya menyasar anak sekolah.
"Kalau MBG untuk anak sekolah itu banyak, ada 77 negara yang menerapkannya, tetapi MBG untuk 3B mungkin hanya di Indonesia saja," katanya.
Meskipun dinamika dan tantangan lapangan masih dijumpai di Kabupaten Bangka Tengah, Wihaji memastikan distribusi akan terus dikawal secara intensif. Langkah ini beriringan dengan upaya pendampingan bagi ibu menyusui dan balita demi menekan angka tengkes (stunting) secara efektif.