Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, menilai pers memegang peran strategis dalam mengerek literasi keuangan masyarakat sekaligus memangkas ruang gerak pinjaman online (pinjol) ilegal.
Menurut Munir, media bertugas memberikan edukasi yang jelas mengenai perbedaan antara pinjaman daring (pindar) berizin resmi dan yang ilegal. Selain itu, pers bertanggung jawab menyederhanakan berbagai istilah teknis dalam industri teknologi finansial (fintech) agar ramah dan mudah dipahami oleh publik.
"Nah di sinilah peran pers menjadi strategis. Pers menjadikan kegiatan ini sebagai pengetahuan yang bermanfaat untuk memastikan tulisan-tulisan kita, karya-karya kita bisa mengedukasi masyarakat. Bahasa-bahasa fintech yang rata-rata agak tinggi menjadi bahasa yang bisa dipahami oleh masyarakat umum," ujar Munir dalam Workshop Jurnalistik di Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.
Munir memaparkan bahwa industri pindar sejatinya menyimpan potensi besar untuk memperluas jangkauan pembiayaan, khususnya bagi masyarakat dan pelaku UMKM yang belum tersentuh layanan perbankan konvensional.
Namun, potensi tersebut dibayangi oleh menjamurnya aktivitas pinjol ilegal yang terus memakan korban. Para korban kerap diperlakukan secara tidak manusiawi melalui praktik penagihan yang tidak beretika, intimidasi, teror, penyalahgunaan data pribadi, hingga penipuan digital.
"Ini yang harus kita gaungkan agar masyarakat betul-betul paham dan mengerti. Karena pinjaman online ilegal yang selama ini marak terjadi, yang menjadi korban adalah masyarakat," tegasnya.
Melalui lokakarya tersebut, ia mengimbau para jurnalis untuk memperdalam wawasan seputar industri pindar demi menghasilkan karya berita yang akurat dan edukatif.
Komitmen ini diwujudkan lewat kerja sama PWI bersama Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dalam menggelar Workshop Jurnalistik bertajuk "Pindar untuk Inklusi Keuangan, Jurnalisme untuk Perlindungan Publik".
"Oleh karenanya, antara kita dengan AFPI ini mendorong agar ayo bersama-sama kita memberikan literasi kepada masyarakat, mengedukasi masyarakat melalui wartawan," tutur Munir.
Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Akhmad Munir dalam Workshop Jurnalistik di Jakarta, Kamis (6/8/2026) (Antara)