Sopir Angkot M44 Demo, Minta Rute JakLingko 48A Diubah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Agu 2026, 14:20
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Sejumlah sopir angkot menggelar unjuk rasa di depan Balai Kota DKI, Kamis, 6 Agustus 2026. Sejumlah sopir angkot menggelar unjuk rasa di depan Balai Kota DKI, Kamis, 6 Agustus 2026. (Ntvnews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Sejumlah sopir angkutan kota (angkot) M44 rute Kampung Melayu-Karet-Tebet menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.

Mereka meminta supaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengevaluasi sekaligus mengubah rute JakLingko 48A yang dinilai tumpang tindih dengan trayek M44.

Para pengemudi menilai keberadaan JakLingko 48A pada jalur yang sama telah mengurangi jumlah penumpang angkot M44 dan berdampak langsung terhadap pendapatan mereka.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB, para peserta aksi mengenakan seragam berwarna biru dengan ikat kepala merah putih. Massa juga sempat berkumpul di pintu keluar Balai Kota DKI Jakarta di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat

Bentangkan Spanduk, Soroti Nasib Ribuan Sopir Angkot

Dalam aksi tersebut, para sopir tampak membentangkan spanduk berisi tuntutan kepada Pemprov DKI Jakarta.

Salah satu spanduk bertuliskan, "Jangan abaikan nasib ribuan sopir angkot yang butuh kehidupan layak." Spanduk itu dipasang menggunakan tali rafia yang diikatkan pada pagar Balai Kota.

Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan operasional JakLingko 48A yang dinilai belum memperhatikan keberlangsungan mata pencaharian sopir angkot konvensional.

Salah seorang sopir angkot M44, Sanusi mengatakan demonstrasi digelar untuk mendesak Pemprov DKI segera mengevaluasi trayek JakLingko 48A.

Menurutnya, rute JakLingko yang melintasi jalur yang sama dengan Mikrolet M44 membuat persaingan dalam mencari penumpang semakin tinggi.

Akibatnya, jumlah penumpang angkot M44 terus menurun sehingga pendapatan harian para sopir ikut terdampak.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah agar kedua layanan angkutan tersebut dapat beroperasi tanpa saling mengurangi potensi penumpang.

Dalam aksi tersebut, para sopir menyampaikan empat tuntutan kepada Pemprov DKI Jakarta, yaitu; mengubah rute JakLingko 48A agar tidak lagi melewati jalur yang sama dengan trayek Mikrolet M44 Kampung Melayu–Karet.

Lalu, mengembalikan fungsi JakLingko sebagai angkutan feeder yang melayani kawasan permukiman dan terhubung dengan koridor utama atau layanan TransJakarta.

Kemudian, mengalihkan rute JakLingko 48A melalui jalur alternatif, seperti Tebet Timur Dalam, sehingga tidak bertabrakan dengan trayek M44.

Dan, tetap memperbolehkan JakLingko berakhir di kawasan Karet, selama lintasan yang dilalui berbeda dengan rute angkot M44.

HIGHLIGHT

x|close