Ntvnews.id, Jakarta -Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mengkritik keras keputusan Amerika Serikat (AS) yang mencabut visa Duta Besar Brasil untuk Washington, Maria Luiza Ribeiro Viotti. Lula menilai langkah sepihak Washington tersebut sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab dan gegabah.
Dalam wawancaranya di kanal YouTube Meteoro Brasil pada Rabu, 5 Agustus 2026, Lula menegaskan bahwa keputusan AS sama sekali tidak berdasar, terlebih bagi dua negara yang telah memelihara hubungan diplomatik selama lebih dari dua abad. Sebagai bentuk ketegasan, Lula menyatakan bahwa Brasil tidak akan memproses atau menerima duta besar baru dari AS sebelum pemilihan umum Brasil selesai digelar pada Oktober mendatang.
Ketegangan ini bermula ketika Departemen Luar Negeri AS pada Selasa, 4 Agustus 2026, resmi mencabut visa diplomatik Dubes Viotti. Langkah tersebut diklaim Washington sebagai balasan atas penolakan Brasil bulan lalu dalam menerbitkan visa bagi dua pejabat AS, serta dugaan penundaan persetujuan terhadap Daniel Perez, calon Dubes AS untuk Brasil yang dicalongkan oleh Presiden AS Donald Trump.
Baca juga: Presiden Brasil Sebut Rencana Trump Kenakan Tarif Selat Hormuz Sebagai Pembajakan
Menanggapi tuduhan tersebut, Lula menyindir balik Washington yang dinilainya tidak memiliki urgensi dalam menjaga kelengkapan hubungan diplomatik. Hal itu terbukti dari sikap AS yang membiarkan posisi Kepala Perwakilan di Kedutaan Besar AS di Brasil kosong tanpa pejabat definitif selama lebih dari satu setengah tahun.
"Mereka mengharapkan kami bertindak sesuai jadwal mereka? Itu tidak adil dan tidak dapat diterima. Kami menuntut untuk diperlakukan dengan rasa hormat," tegas Lula.
Pemerintah Brasil juga menyampaikan kecaman resmi terhadap Departemen Luar Negeri AS atas pengubahan status visa dubesnya, seraya menegaskan bahwa seluruh alasan yang dilayangkan pihak AS adalah keliru dan tidak benar.
Baca juga: Iran Tegaskan Belum Ada Perundingan dengan AS, Dialog Bergantung pada Sikap Washington
(Sumber: Antara)
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva pada Rabu (5/8) mengkritik keputusan Amerika Serikat (AS) yang mencabut visa Duta Besar (Dubes) Brasil untuk Washington, Maria Luiza Ribeiro Viotti, seraya menyebut langkah tersebut sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab dan gegabah. (Antara)