Ntvnews.id, Jakarta - Nyaris seribu senjata ditemukan di ruangan sekolah swasta di Jakarta Selatan (Jaksel). Ditemukan pula ribuan peluru, CD porno hingga narkoba jenis sabu-sabu dan ganja.
Ruangan itu disebut milik ketua pengurus yayasan sekolah berinisial IWD.
Lantas, mengapa barang-barang itu bisa berada di lingkungan sekolah?
Berdasarkan informasi yang didapat NTVNews.id, senjata dan amunisinya merupakan barang dagangan dari IWD. IWD merupakan pimpinan atau komisaris perusahaan terkait senjata-senjata itu, yang bernama PT Lokta Karya Perbakin.
Pada tahun 2020, kantor Lokta Karya Perbakin pindah ke yayasan sekolah. Alasannya, kantor Perbakin sedang dalam renovasi. Hasil penelusuran, IWD merupakan mantan pimpinan organisasi olahraga menembak Perbakin.
Lantas, pada tahun 2022, PT Lokta Karya Perbakin memindahkan logistik senjata dari gudang Perbakin ke gudang yayasan sekolah dengan menggunakan sebuah truk. Pemindahan logistik tersebut dilakukan tanpa ada perjanjian dengan pihak yayasan sekolah. Ini karena, yayasan dikelola oleh IWD.
Lalu pada 30 Mei 2026, IWD selesai menjalankan tugasnya sebagai ketua pengurus yayasan. Versi lain, atau versi pihak pembina yayasan sekolah, IWD dipecat gara-gara membeli tanah atas nama istrinya, menggunakan uang sekolah.
Kemudian, pihak pembina yayasan yakni Nini, meminta kepada IWD untuk mengosongkan ruangan, karena ruangan akan digunakan untuk kelas.
Selanjutnya, rencananya seluruh senjata dan amunisi akan dipindahkan ke rumah pribadi IWD dengan menggunakan dua buah truk. Sewaktu IWD meminta dua anak buahnya dan dikawal oleh sekuriti untuk membuka ruangan gudang PT Lokta di kompleks sekolah, ditemukan senjata. Atas penemuan tersebut, selanjutnya dilaporkan ke pihak kepolisian.
Hasil komunikasi dengan Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin, Alhadid Endar Putra, pemindahan senjata hingga amunisi akan dilaksanakan pada Sabtu, 11 Juli 2026 pukul 10.00 WIB. Untuk sementara, gudang yayasan akan dikunci gembok. Selain itu, rencananya senjata akan dititipkan di gudang Subdit Wassendak Ditintelkam Polda Metro Jaya.
Senjata yang ditemukan di kompleks sekolah Jaksel. (NTVNews.id)
Adapun senjata yang ditemukan kala iri jenis revolver 238 pucuk. Pistol 78 pucuk, pistol/revolver 610 pucuk. Lalu, senapan angin laras panjang 4 pucuk (2 pucuk gagang kayu dan 2 pucuk tipe lomba).
Ditemukan pula senjata api merk Franchi SPAS-15 cal. 12x70 dengan nomor senjata SP14144 buatan Italia, dan 4 buah laras panjang pabrikan. Senjata api tersebut lantas diamankan oleh petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan. Seluruh senjata itu, ditemukan pada 10 Juli 2026. Sementara penemuan amunisi hingga narkoba, didapati setelah tanggal tersebut.
Adapun berdasarkan dokumentasi yang didapat, terlihat adanya Surat Izin Khusus Senjata Api. Surat sebanyak tiga buah itu, diperkirakan milik IWD. Ada pula gambar peluru airsoft warna putih, hingga peluru tajam.
Pada konferensi tanggal 6 Agustus 2026, pihak pembina yayasan menuding senjata tersebut berbahaya, karena merupakan airgun. Sementara pihak PT Lokta Karya Perbakin dalam klarifikasinya mengatakan, senjata itu mayoritas airsoft gun, atau senjata mainan.
Di sisi lain, hasil penelusuran memperlihatkan bahwa konflik internal di sekolah sudah terjadi sejak belasan tahun lalu. Persoalan ini telah melalui tahap pidana maupun penyelesaian secara perdata.
Penemuan senjata di kompleks sekolah di Jakarta Selatan. (NTVNews.id)