Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh jajaran pemerintah untuk memperketat perlindungan bagi masyarakat dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau.
“Perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto jelas, pemerintah siap melindungi warga negara kita dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Negara hadir untuk mencegah kebakaran hutan,” kata Menhut Raja Antoni dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 7 Juli 2026.
Raja Juli mengingatkan bahwa bencana karhutla membawa dampak sistemik yang sangat merugikan. Selain merusak ekosistem hutan, karhutla dapat memicu lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah, melumpuhkan aktivitas ekonomi, hingga mengganggu operasional penerbangan di bandara.
Dalam kesempatan tersebut, Menhut turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petugas garda terdepan, mulai dari Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, hingga Masyarakat Peduli Api. Menurutnya, mereka telah mempertaruhkan waktu, tenaga, bahkan nyawa demi menjaga kawasan hutan serta keselamatan publik.
Baca juga: Karhutla Gunung Bromo Meluas hingga Probolinggo, Area Terbakar Capai 7,9 Hektare
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni usai melakukan pengecekkan Indonesia Forest and Land Fire Management Center di Daerah Operasi Manggala Agni Sumatera XVII/OKI, Sumatera Selatan, Kamis (6/8/2026). (Antara)