Ntvnews.id, Jakarta - Nama AKBP (Purn) Untung Sangaji kembali menjadi perhatian setelah muncul dalam kasus temuan ratusan senjata api dan sejumlah barang terlarang di sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Dalam kasus tersebut, Untung Sangaji diketahui menjabat sebagai Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan. Ia mengungkap kronologi awal penemuan 995 pucuk senjata beserta amunisi, aksesori senjata, alat pembuat peluru, hingga barang yang diduga narkotika di salah satu ruangan sekolah.
Kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026), Untung mengatakan penemuan bermula ketika pihak sekolah hendak membuka sebuah ruangan untuk kebutuhan operasional guru. Saat ruangan dibuka bersama aparat kepolisian, mereka justru menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan senjata api.
"Kami awalnya ingin membuka sebuah ruangan untuk kebutuhan anak sekolah. Namun, tiba-tiba ketika kami membuka ruangan untuk kepentingan sekolah ini, kami temukan peralatan yang disebut senjata. Airsoft gun yang bisa membunuh karena larasnya itu polos tidak ada alur," kata Untung di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis, 6 Agustus 2026.
Baca Juga: Purbaya Perintahkan LPDP Biayai Riset Lingkungan di Laut Timor
Ruangan tersebut sebelumnya digunakan oleh mantan Kepala Yayasan berinisial IWD. Dari lokasi itu, ditemukan 995 pucuk senjata, amunisi, aksesori senjata, alat pembuat peluru, serta barang yang diduga merupakan narkotika jenis sabu dan ganja.
Petugas juga menemukan VCD porno di ruangan tersebut. Temuan alat pembuat amunisi dan barang-barang terlarang itu membuat Untung mempertanyakan bagaimana benda-benda tersebut dapat berada di lingkungan sekolah.
“Alat pembuat peluru, kok bisa ada di lingkungan sekolah ini? Kenapa di sekolah yang sangat kita hormati, TK, SD, SMP, SMA ini ada orang yang diam-diam melakukan kegiatannya di situ?" katanya.
Polres Metro Jakarta Selatan sebelumnya membenarkan adanya temuan senjata api dan airsoft gun di salah satu ruangan yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang. Polisi menerima laporan masyarakat mengenai temuan tersebut pada 15 Juli 2026 dan kemudian membuat Laporan Polisi Model A sebagai dasar penanganan awal sebelum penyelidikan dilanjutkan.
Sosok Untung Sangaji
Senjata yang ditemukan di kompleks sekolah Jaksel. (NTVNews.id)
Sebelum namanya muncul dalam kasus temuan senjata di sekolah tersebut, Untung Sangaji telah lebih dahulu dikenal luas sebagai salah satu anggota Polri yang terlibat dalam penanganan aksi teror di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, pada 14 Januari 2016.
Nama lengkapnya adalah Ahmad Untung Surianata. Ia lahir di Waimital, Kairatu, Seram Bagian Barat, Maluku, pada 1966 dan merupakan lulusan Sekolah Perwira (SEPA) tahun 1995. Ia juga memiliki pengalaman di bidang Polisi Perairan.
Namanya melejit setelah aksi teror dan ledakan terjadi di kawasan Sarinah. Ketika itu, Untung terlibat dalam upaya melumpuhkan pelaku teror. Aksinya dalam baku tembak dengan pelaku kemudian menjadi sorotan dan membuat sosoknya dikenal publik.
Setelah peristiwa tersebut, perjalanan karier Untung di kepolisian terus berlanjut. Ia pernah dipercaya menjadi Kapolres Aceh Utara. Pada 2018, ia menjabat sebagai Wakil Direktur Polisi Perairan Polda Sumatera Utara, kemudian pada 2019 menduduki posisi Kasubbagjiansisops Bagjiansis Rojianstra Sops Polri.
Pada Oktober 2020, Untung kembali dipercaya memimpin satuan kewilayahan setelah ditunjuk sebagai Kapolres Merauke. Selama bertugas di Papua, ia tidak hanya menjalankan tugas kepolisian, tetapi juga dikenal aktif dalam sejumlah kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Di Merauke, Untung bersama jajaran kepolisian antara lain mendorong pelatihan ekonomi kreatif bagi masyarakat. Kegiatannya mencakup pemanfaatan limbah tempurung kelapa, pembuatan minyak kelapa, pemanfaatan limbah kelapa sawit, budidaya ikan bandeng dan tanaman pisang, hingga pemberian bantuan bibit ternak.
Baca Juga: Purbaya Perintahkan LPDP Biayai Riset Lingkungan di Laut Timor
Ia juga pernah berinisiatif memperbaiki jalan rusak di kawasan SP9, Distrik Tanah Miring, Merauke, bersama anggota kepolisian. Perjalanan Untung sebagai anggota Polri berakhir pada Juni 2023. Ia kemudian menyandang status sebagai purnawirawan Polri.
Kini, nama Untung kembali muncul dalam pemberitaan setelah ia memberikan keterangan mengenai penemuan ratusan senjata dan barang lainnya di lingkungan sebuah sekolah swasta di Jakarta Selatan.
Dalam kasus tersebut, Untung menyampaikan bahwa pihak sekolah awalnya hanya hendak membuka ruangan yang akan digunakan untuk kebutuhan operasional. Namun, pembukaan ruangan tersebut justru mengungkap keberadaan ratusan senjata, amunisi, aksesori senjata, alat pembuat peluru, serta barang-barang lain yang kini menjadi bagian dari penyelidikan kepolisian.
Temuan itu sekaligus membawa kembali sosok Untung Sangaji ke perhatian publik, kali ini bukan dalam kapasitasnya sebagai anggota aktif Polri, melainkan sebagai Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan yang berada di lingkungan sekolah tempat temuan tersebut terjadi.
AKBP (Purn) Untung Sangaji (Istimewa)