Polisi Tegaskan Tak Ada Ekskul Menembak di Sekolah Lokasi Temuan 995 Senjata

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Agu 2026, 14:45
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Temuan sejumlah senjata api dan airsoft gun di dalam salah satu ruangan milik yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Agustus 2026. Temuan sejumlah senjata api dan airsoft gun di dalam salah satu ruangan milik yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Agustus 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Polres Metro Jakarta Selatan memastikan tidak menemukan adanya kegiatan ekstrakurikuler menembak di sekolah swasta kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, yang menjadi lokasi penemuan 995 pucuk senjata, VCD porno, serta barang yang diduga narkotika.

Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo mengatakan hasil sementara penyelidikan tidak menunjukkan adanya kaitan antara temuan tersebut dengan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

"Tidak. Saya rasa tidak ada kaitan dengan ekskul," kata Joko kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat, 7 Agustus 2026.

Ia menjelaskan penyidik masih mendalami fungsi ratusan senjata tersebut, termasuk apakah digunakan untuk kepentingan pembelajaran atau tujuan lainnya.

Baca JugaYayasan Bantah Ada Ekskul Menembak Terkait Temuan 995 Senjata di Sekolah

Selain itu, kepolisian juga akan menindaklanjuti permintaan pihak yayasan untuk memeriksa dugaan adanya bunker di area sekolah.

Joko menyebut komunikasi dengan pengurus yayasan terkait dugaan bunker tersebut sudah dilakukan.

"Kalau memang permintaan, pasti akan kita laksanakan nanti pihak yang menangani perkara," ujar Joko.

Pernyataan serupa juga disampaikan pengurus yayasan sekolah. Kuasa hukum yayasan, Hermawanto, menegaskan sekolah tidak pernah memiliki kegiatan ekstrakurikuler menembak.

Baca Juga:Profil AKBP Purn Untung Sangaji, Kini Ungkap 995 Senjata di Sekolah

“Kami informasikan, berdasarkan informasi dari para guru-guru yang sudah lama di sini, bahwa di sekolah ini tidak pernah ada ekstrakurikuler menembak,” kata Hermawanto.

Menurutnya, keterangan tersebut diperoleh pengurus yayasan yang baru dari para guru yang telah lama mengajar di sekolah tersebut. Mereka menyatakan tidak pernah ada kegiatan ekskul menembak.

Keterangan itu berbeda dengan penjelasan PT Lokta Karya Perbakin yang sebelumnya menyebut ratusan airsoft gun tersebut merupakan inventaris resmi untuk kegiatan ekstrakurikuler menembak yang berlangsung sejak 2020 dan berhenti pada 2024 setelah pembinanya meninggal dunia.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan membenarkan adanya penemuan senjata api dan airsoft gun di salah satu ruangan milik yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Di ruangan bekas Kepala Yayasan berinisial IWD, polisi menemukan 995 pucuk senjata, amunisi, aksesori senjata, alat pembuat peluru, VCD porno, serta barang yang diduga berupa narkotika jenis sabu dan ganja.

Kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat yang diterima polisi pada Selasa, 15 Juli 2026. Setelah menerima informasi itu, penyidik membuat Laporan Polisi Model A sebagai dasar penanganan awal sebelum penyelidikan dilanjutkan. Laporan tersebut juga menjadi landasan hukum untuk proses penyelidikan berikutnya.

(Sumber: Antara)
 

HIGHLIGHT

x|close