Terkuak Awal Terungkapnya Temuan 995 Senjata di Sekolah Pondok Pinang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Agu 2026, 17:35
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Potret sekolah dengan temuan 995 pucuk senjata, amunisi, aksesori senjata, alat pembuat peluru, VCD porno hingga barang yang diduga narkotika jenis sabu dan ganja, Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026. Potret sekolah dengan temuan 995 pucuk senjata, amunisi, aksesori senjata, alat pembuat peluru, VCD porno hingga barang yang diduga narkotika jenis sabu dan ganja, Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Sengketa kepengurusan di yayasan sekolah swasta kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menjadi awal terungkapnya temuan 995 pucuk senjata di lingkungan sekolah tersebut.

Kuasa hukum yayasan, Hermawanto, mengatakan pengurus baru baru dapat mengakses sejumlah ruangan setelah ketua pengurus lama diberhentikan akibat sengketa yang terjadi.

"Karena tanpa ada sengketa itu kami enggak bisa masuk. Justru karena sengketa itu, kami kemudian memberhentikan ketua. Lalu, kami punya akses untuk masuk ke dalam ruangan, ruangan sekolah kan?," kata Hermawanto di sekolah swasta Jakarta Selatan, Jumat, 7 Agustus 2026.

Setelah memperoleh akses ke sejumlah ruangan, pengurus yayasan melakukan pemeriksaan dan menemukan barang-barang yang diduga terlarang.

Baca JugaYayasan Ngaku Tak Tahu Asal-usul 995 Senjata yang Ditemukan di Sekolah Pondok Pinang

"Akhirnya kami coba buka-buka, enggak tahunya ketika kami buka ruangan itu kami temukan barang terlarang. Seandainya tidak ada sengketa, mungkin senjata itu masih ada di sini," ucapnya.

Hermawanto menjelaskan sengketa tersebut bermula dari dugaan penyalahgunaan dana yayasan pada 2013 yang berkaitan dengan pembelian tanah oleh mantan ketua pengurus berinisial IWD.

Menurutnya, dana yayasan digunakan untuk membeli sebidang tanah. Namun, empat tahun kemudian sertifikat tanah tersebut justru tercatat atas nama istri mantan ketua pengurus, bukan atas nama yayasan.

Ia menyebut mantan ketua pengurus itu merupakan bagian dari struktur yayasan yang terdiri atas pembina, pengawas, dan pengurus.

Baca JugaPolisi Tegaskan Tak Ada Ekskul Menembak di Sekolah Lokasi Temuan 995 Senjata

"Ketua pengurus itu kami indikasikan ada (dugaan) penyalahgunaan dana yayasan pada saat tahun 2013 untuk membeli tanah. Tanah itu uangnya diambil dari yayasan untuk membeli tanah, enggak tahunya empat tahun kemudian sertifikat tanah itu atas nama istrinya, bukan atas nama sekolah yayasan,” ucapnya.

Polres Metro Jakarta Selatan sebelumnya mengamankan ratusan airsoft gun, sejumlah senjata angin, satu pucuk senjata api, serta barang bukti lainnya dari gudang salah satu yayasan sekolah di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Pihak kepolisian menjelaskan, pada Jumat, 10 Juli 2026, personel piket Reskrim bersama Unit Identifikasi Polres Metro Jakarta Selatan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait dugaan temuan senjata di salah satu sekolah swasta.

Dari hasil olah TKP, petugas menemukan 995 unit airsoft gun yang terdiri atas 776 unit revolver airsoft gun dan 215 unit pistol airsoft gun. Selain itu, polisi juga mengamankan empat pucuk senapan angin, satu pucuk senjata api merek Francispa, serta empat laras senjata panjang pabrikan.

Seluruh senjata api beserta empat laras senjata panjang diamankan oleh Unit Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan. Sementara itu, 995 unit airsoft gun dititipkan di Gudang Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Wasendak) Polda Metro Jaya.

Dalam pengembangan penyelidikan, pada Rabu, 5 Agustus 2026, polisi kembali menemukan tiga pucuk airsoft gun berjenis FN90, AK-47, dan M4 Carbine.

Selain temuan senjata, polisi juga menemukan dua linting yang diduga narkotika jenis ganja serta satu paket yang diduga sabu. Barang bukti tersebut kini ditangani oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan untuk penyelidikan lebih lanjut.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close