Dokter Diduga Aniaya Pacar sampai Patah Tulang, Korbannya Disebut Banyak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Agu 2026, 22:12
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pengacara korban, Tommy Tri Yunanto (kiri). Pengacara korban, Tommy Tri Yunanto (kiri).

Ntvnews.id, Jakarta - Dokter spesialis kandungan diduga menganiaya pacarnya yang juga dokter. Korban yang bernama Anastasia, dianiaya dokter L, hingga mengalami patah tulang.

Aksi kekerasan pelaku disebut bukan baru pertama kali terjadi. Peristiwa ini telah dilaporkan ke polisi.

Pengacara Anastasia, Tommy Tri Yunanto, pada Kamis, 6 Agustus 2026 mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan, guna menindaklanjuti kasus kliennya.

"Hari ini kita mengunjungi Pores Metro Jakarta Selatan yaitu minta lapju (laporan kemajuan) atas pelimpahan laporan klien kami, dokter Anastasia yang sudah melapor di Polsek Kebayoran baru dilimpahkan ke Polres Jakarta Selatan. Sekarang berkas perkaranya ada di Unit PPA," ujar Tommy kepada wartawan.

Tommy mengaku sudah bertemu dengan Kanit PPA dan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, maupun Kapolres. Hal itu dilakukan agar kasus kekerasan yang menimpa kliennya, bisa segera diusut tuntas.

"Bahwa kasus ini agar segera ditindaklanjuti, segera diatensi. Dan kita juga minta perlindungan hukum ke Bapak Kapolri Ke Kabareskrim ke Kadiv Propam. Dan kita juga minta perlindungan hukum ke Ibu Dir PPA dan Bapak Irwasda juga yang sudah membantu proses pelimpahan kasus ini," tuturnya.

Perhatian khusus terhadap penanganan kasus dugaan kekerasan yang menimpa Anastasia, lantaran peristiwa itu disebut bukan baru sekali terjadi.

"Ini adalah kasus yang bukan kali pertama. Ini kasus berulang, yang dilakukan oleh seorang dokter spesialis kandungan. Silakan nanti rekan-rekan media melihat dokternya siapa yang kita laporkan," kata dia.

Ada dua laporan polisi yang dibuat pihaknya. Pertama dugaan penganiayaan, serta laporan terkait dugaan pengancaman.

"Bukti-bukti pengancamannya sudah dikantongi ya Bu Feni kemarin dampingi laporan ke Polda Metro Jaya, dan juga langsung visum. Dan visum yang sebelumnya pun sudah dikantongi juga. Oleh karena itu proses hukum tetap berjalan," tuturnya.

"Kita minta dilimpahkan ke Polres Jakarta Selatan untuk jadi satu, karena apa? Karena biar fokus. Yang kedua Kita lihat di sini ada yang namanya laporan tandingan," imbuh Tommy.

Pihaknya mempersilakan terlapor untuk berkelit dari tuduhan. Namun, menurut Tommy unsur pasal sudah masuk dan bukti-bukti telah sangat kuat.

Penganiayaan yang diduga dilakukan terlapor kepada korban, menurut Tommy tergolong penganiayaan berat. Apalagi, saat ini Anastasia sampai mengalami trauma berat akibat peristiwa itu. Pihaknya mengaku tak gentar apabila ada orang kuat yang membekingi dr. L.

"Kenapa berat? Ini ya karena hidungnya patah tiga. Sudah dirontgen. Sudah ada pernyataan dokter, dan korban juga sudah ke psikiater. Dia sekarang dalam kondisi yang sangat trauma berat," tuturnya.

"Orang merusak spion mobil aja langsung ditahan. Tetapi kalau kita lihat di sini masih dinormalisasi. Dan di belakangnya ada beking-beking, silakan kita akan tindak, bagaimana pun caranya. Karena kita pahami bahwa di negara ini adalah negara hukum," kata Tommy.

Ia lantas menjelaskan aksi penganiayaan dan pengancaman yang dilakukan L. Selain dianiaya, korban disebut diludahi pelaku berkali-kali.

Di samping itu, mobil Anastasia dirusak dan perempuan itu diancam akan dibunuh, serta kariernya akan dimatikan.

"Jadi ini luar biasa banget ini kalau dilindungi, dinormalisasi, didiamkan, ini akan ada korban-korban berikutnya," kata Tommy.

Adapun motif pelaku melakukan penganiayaan karena pria itu cemburu.

"Dan saya mendapat informasi dari tim kita juga di lapangan, dari tim investigasi kantor hukum ini ada korban lagi yang masih ragu-ragu karena ketakutan, ingin memberikan kesaksian juga, jadi ada tambahan dua nanti. Kita berdoa semoga saksi ini tidak ketakutan, jadi kalau memang Ini terjadi, berarti total ada empat. Jadi bayangkan ini, ini perlu diatensi, jangan dibiarkan dan dilindungi, ini benar-benar sadis ya," tandas Tommy.

HIGHLIGHT

x|close