Gagal Gulingkan Rezim Iran, Dua Pejabat Senior Mossad Israel Dipecat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Agu 2026, 05:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Siluet tentara dengan latar belakang bendera Iran dan bendera Israel Ilustrasi - Siluet tentara dengan latar belakang bendera Iran dan bendera Israel (Antara)

Ntvnews.id, Tel Aviv - Kepala Mossad Israel, Roman Gofman, dilaporkan memberhentikan dua pejabat senior badan intelijen tersebut setelah rencana untuk menggulingkan pemerintahan Iran tidak mencapai hasil yang diharapkan.

Dilansir dari The Times of Israel, Sabtu, 8 Agustus 2026, yang mengutip pemberitaan Channel 12, salah satu pejabat yang dicopot sebelumnya menjabat sebagai Kepala Direktorat Intelijen Mossad sejak Desember. Sementara pejabat lainnya diketahui memimpin salah satu divisi di lembaga intelijen tersebut.

Channel 12 menyebut kedua pejabat itu merupakan bagian dari tim yang merancang rencana operasional tertulis untuk menjatuhkan Republik Islam Iran dengan melibatkan kelompok-kelompok minoritas di negara tersebut.

Rencana tersebut dilaporkan pernah dibahas Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ketika berupaya meyakinkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar menyatakan perang terhadap Republik Islam Iran pada Februari lalu.

Baca Juga: Angka Korban Tewas Serangan Israel di Gaza Tembus 73.381 Orang

Sumber-sumber keamanan yang dikutip Channel 12 menyebut hubungan Gofman dengan kedua pejabat senior tersebut memang telah diwarnai perselisihan sejak awal. Keduanya kemudian disebut diberhentikan berdasarkan kesepakatan bersama sebagai bagian dari restrukturisasi yang lebih besar di tubuh Mossad.

Rencana operasional yang disusun Mossad tersebut dilaporkan mencakup serangan Israel terhadap posisi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di sepanjang perbatasan Iran dan Irak, khususnya kawasan Kurdistan Iran.

Berdasarkan laporan The New York Times, serangan itu dirancang untuk memberikan akses bagi para pejuang Kurdi agar dapat memasuki wilayah Iran. Setelah menyeberang, mereka diproyeksikan bergerak menuju sejumlah kota yang dihuni komunitas Kurdi di bagian barat laut Iran.

Upaya tersebut disebut menjadi bagian dari skenario yang lebih luas untuk memanfaatkan kelompok minoritas Iran dalam usaha mengguncang dan menggulingkan pemerintahan Republik Islam.

HIGHLIGHT

x|close