Rusia Sebut Belum Terima Usulan Ukraina untuk Lanjutkan Dialog Diplomatik

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Agu 2026, 07:43
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Arsip - Bendera nasional Rusia terlihat di Kremlin, Moskow, Rusia, 6 Januari 2023. Arsip - Bendera nasional Rusia terlihat di Kremlin, Moskow, Rusia, 6 Januari 2023. (ANTARA)

Ntvnews.id, Moskow - Rusia menyatakan belum memperoleh proposal dari Ukraina terkait rencana melanjutkan komunikasi diplomatik sebagai bagian dari upaya mencari penyelesaian atas konflik kedua negara.

Dalam konferensi pers di Moskowm Kamis, 6 Agustus 2026, Wakil Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Alexey Fadeev mengatakan pemerintahnya tetap membuka peluang untuk membicarakan berbagai gagasan yang dianggap konstruktif, termasuk usulan yang datang dari mediator Amerika Serikat (AS).

"Tidak ada usulan seperti itu yang kami terima dari pihak Ukraina," kata Fadeev, seperti dikutip dari Anadolu, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Fadeev mengeklaim bahwa Ukraina sebelumnya menghentikan pembicaraan yang berlangsung di Istanbul secara sepihak pada akhir tahun lalu. Menurutnya, keputusan tersebut diambil tanpa memberikan alasan yang jelas.

Ia menegaskan bahwa sikap Rusia mengenai prinsip-prinsip penyelesaian konflik masih tetap sama. Posisi Moskow, kata dia, tetap mengacu pada proposal yang pernah disampaikan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Juni 2024.

Baca Juga: Kremlin: Pengunduran Diri PM Keir Starmer Tak Ubah Arah Hubungan Rusia–Inggris

Menurut Fadeev, setiap upaya politik dan diplomatik untuk mengakhiri konflik harus memperhitungkan kepentingan sah Rusia, termasuk aspek keamanan nasional.

"Kami lebih memilih jalur politik dan diplomatik, tetapi kami mampu mencapai tujuan kami dalam keadaan apa pun," ujar Fadeev.

Selain membahas dialog dengan Ukraina, Fadeev turut mengkritik langkah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang berupaya mendapatkan tambahan dukungan militer dari Amerika Serikat.

Ia menilai wacana mengenai kemungkinan produksi rudal pertahanan udara Patriot di Ukraina masih membutuhkan waktu panjang untuk direalisasikan. Selain persoalan waktu, rencana tersebut juga dinilai dapat menghadapi kendala yang berkaitan dengan keamanan teknologi.

Arsip - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy <b>(antara)</b> Arsip - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (antara)

Rusia juga kembali menuding negara-negara Barat memasok drone beserta komponen yang digunakan Ukraina dalam serangan terhadap wilayah Rusia.

Fadeev mengatakan aparat penegak hukum Rusia masih mengumpulkan bukti terkait dugaan keterlibatan berbagai pihak dalam serangan tersebut. Bukti itu, menurutnya, dapat digunakan untuk mendukung kemungkinan proses hukum terhadap pejabat Ukraina, anggota militer, komandan, hingga warga negara asing yang dituduh terlibat.

Moskow sebelumnya juga menyatakan tetap mempertahankan jalur diplomasi sebagai salah satu pilihan untuk menyelesaikan konflik. Namun, pemerintah Rusia menegaskan bahwa kepentingan keamanan dan tujuan yang telah ditetapkan tetap menjadi bagian penting dalam setiap proses perundingan.

HIGHLIGHT

x|close