Ntvnews.id, Caracas - Perundingan mengenai transisi politik di Venezuela yang mendapat dukungan Amerika Serikat (AS) resmi dimulai di Caracas pada Kamis, 6 Agustus 2026. Dialog tersebut mempertemukan pemerintahan sementara Venezuela dengan perwakilan oposisi resmi.
Dilansir dari AFP, Sabtu, 8 Agustus 2026, pertemuan pembuka berlangsung di Simon Bolivar Park Convention Center yang berada di kawasan La Carlota. Dalam sesi tersebut, hanya fotografer yang diperbolehkan masuk ke ruang pertemuan. Tidak ada agenda penyampaian pernyataan resmi kepada media setelah pembukaan.
Dialog ini digelar sekitar tujuh bulan setelah Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap oleh pasukan AS. Saat ini, pemerintahan sementara Venezuela berada di bawah kepemimpinan Delcy Rodriguez.
Perundingan tersebut diharapkan menjadi awal dari proses politik yang dapat mengarah pada penyelenggaraan pemilu baru di Venezuela. Negara tersebut telah menghadapi persoalan politik dan ekonomi selama bertahun-tahun.
Baca Juga: Korban Tewas Gempa Ganda di Venezuela Bertambah Jadi 4.333 Orang
Mengutip TRT World, pihak oposisi dalam dialog ini diwakili Dinorah Figuera. Ia baru kembali ke Venezuela dari pengasingan sehari sebelum perundingan berlangsung dan kini memimpin blok oposisi.
Sementara itu, pemerintah sementara mengirimkan Ketua Majelis Nasional Jorge Rodriguez sebagai perwakilan. Jorge diketahui merupakan saudara dari Delcy Rodriguez.
Tokoh oposisi Maria Corina Machado tidak hadir dalam dialog tersebut karena masih berada di pengasingan. Meski tidak mendapatkan undangan untuk ikut dalam perundingan, penerima Nobel Perdamaian itu sebelumnya menyatakan tidak akan menghambat proses dialog politik.
Pemerintah Amerika Serikat menyambut positif dimulainya perundingan antara pemerintah sementara dan oposisi Venezuela.
"Pembicaraan langsung ini menghadirkan peluang yang unik," demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS. Washington juga menyerukan kepada seluruh pihak untuk mendukung proses tersebut agar menghasilkan "hasil nyata bagi rakyat Venezuela."
Sesuai agenda yang telah ditetapkan, kedua pihak akan membahas sejumlah persoalan. Topik pembicaraan mencakup penanganan dampak gempa bumi yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni lalu, upaya memperkuat demokrasi, serta jaminan terhadap hak-hak politik masyarakat.
Perundingan ini menjadi salah satu upaya penting untuk membuka jalan bagi penyelesaian krisis politik Venezuela melalui proses dialog dan transisi menuju pemerintahan yang lebih demokratis.
Sejumlah pekerja mengikuti pawai menuntut agar pemerintah AS membebaskan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya di Caracas, Venezuela, Rabu, 14 Januari 2026. ANTARA/Xinhua/Lucio Tavora/aa. (Antara)