100 Sekolah Rakyat Siap Beroperasi Akhir Agustus

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Agu 2026, 12:20
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Seskab Teddy Indra Wijaya memberikan keterangan usai meninjau kesiapan gedung rintisan pada program Sekolah Rakyat di Kawasan Sekolah Penerbangan Curug, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten pada Sabtu (8/8/2026). Seskab Teddy Indra Wijaya memberikan keterangan usai meninjau kesiapan gedung rintisan pada program Sekolah Rakyat di Kawasan Sekolah Penerbangan Curug, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten pada Sabtu (8/8/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa puluhan fasilitas pendidikan baru program Sekolah Rakyat siap dioperasikan secara serentak pada akhir Agustus 2026 atau usai peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

"Jadi, mulai aktif itu akhir Agustus 2026 setelah HUT RI, 50 sampai 100 unit sekolah baru akan jadi di seluruh Indonesia," kata Teddy di Tangerang, Sabtu (8/8/2026).

Teddy menerangkan, pemerintah menerapkan skema sekolah rintisan agar hak belajar anak-anak tidak tersendera oleh durasi pembangunan fisik gedung permanen yang umumnya memakan waktu hingga satu tahun.

"Karena pembangunan butuh waktu mungkin setahun. Tapi anak sekolah tidak boleh terlambat, harus segera. Makanya ada yang rintisan. Tahun lalu awal sudah terlaksana, ini dilanjutkan," ujarnya.

Baca juga:BRIN Kembangkan Sepatu Karet Lokal untuk Dukung Program Sekolah Rakyat

Program yang diinisiasi langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dengan Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai *leading sector* ini dirancang sebagai langkah strategis untuk menekan angka putus sekolah, khususnya bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Khusus di wilayah Banten, pemerintah mengalokasikan pembangunan dua gedung sekolah baru serta enam sekolah berformat rintisan.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa jangkauan program ini terus bertambah secara progresif. Saat ini, tercatat lebih dari 43.000 anak telah terakomodasi dalam program Sekolah Rakyat.

Seiring selesainya pembangunan infrastruktur permanen di berbagai daerah, pemerintah membidik lonjakan partisipasi hingga menembus lebih dari 150.000 siswa pada tahun 2027.

"Target jangka panjang pemerintah adalah agar setiap kabupaten/kota minimal memiliki satu gedung permanen Sekolah Rakyat dengan daya tampung lebih dari 2.000 siswa," tutur Saifullah.

Baca juga:Ratusan Prestasi Diraih Siswa Sekolah Rakyat Selama 1 Tahun

(Sumber:Antara)

HIGHLIGHT

x|close