BGN Perketat Pengawasan Keamanan MBG di Sekolah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Agu 2026, 15:41
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala BGN, Sudaryono Kepala BGN, Sudaryono (NTVNews.id/BGN)

NTVNews.id, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat pengawasan terhadap tata kelola dan keamanan pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan makanan yang diterima peserta didik benar-benar memenuhi standar keamanan sebelum dikonsumsi.

Pengawasan diperketat mulai dari proses produksi di dapur hingga makanan tiba di sekolah. BGN juga menyiapkan mekanisme pemeriksaan berlapis untuk mencegah makanan yang tidak memenuhi standar diberikan kepada siswa.

Kepala BGN, Sudaryono mengatakan keamanan makanan merupakan fondasi utama dalam pelaksanaan Program MBG. Menurutnya, berbagai tujuan lain dari program tersebut tidak akan tercapai apabila makanan yang diberikan kepada siswa tidak terjamin keamanannya.

"Pendidikan terhadap siswa dan lain-lain ini akan terlaksana manakala syarat pertamanya adalah menu makanan yang dibagikan kepada siswa itu harus aman. Maksud saya begini, semua ini tidak akan ada artinya manakala yang diberikan, menunya yang diberikan dalam ompreng itu kemudian tidak aman," katanya dalam rapat koordinasi terkait tata kelola dan penyelenggaraan MBG di sekolah secara daring, Sabtu, 8 Agustus 2026. 

Untuk memperkuat pengawasan, BGN telah melakukan pembenahan terhadap sistem pemantauan produksi makanan di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kepala BGN, Sudaryono <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Kepala BGN, Sudaryono (NTVNews.id/Adiansyah)

Saat ini terdapat sekitar 27.489 SPPG yang beroperasi. Seluruh unit tersebut diwajibkan menggunakan sistem monitoring untuk mencatat setiap tahapan produksi makanan MBG.

Pemantauan dilakukan sejak bahan makanan disiapkan, proses memasak berlangsung, makanan selesai dimasak, pengemasan, hingga makanan dikirim ke sekolah. Dengan sistem tersebut, BGN dapat mengetahui waktu makanan mulai diproduksi, kapan makanan selesai dimasak, serta kapan makanan sampai dan disajikan kepada peserta didik.

Pengawasan tidak berhenti ketika makanan meninggalkan dapur SPPG. BGN juga menempatkan petugas penanggung jawab atau person in charge (PIC) di masing-masing sekolah penerima MBG.

PIC berasal dari unsur tenaga kependidikan, seperti petugas administrasi atau tata usaha. Mereka bukan guru yang memiliki jadwal mengajar sehingga dapat menjalankan tugas pemeriksaan secara khusus.

PIC bertugas menerima makanan dari dapur sekaligus melakukan pengecekan sebelum makanan dibagikan kepada siswa. Setiap proses pemeriksaan tersebut juga dicatat melalui sistem yang telah disiapkan BGN.

"Namun di situ, tetap PIC juga melakukan satu mekanisme organoleptik, yaitu dibuka, diambil sampelnya, dibuka, kemudian dibau, dicium, dirasa, dilihat. Manakala tidak memenuhi standar, maka tidak harus atau wajib hukumnya tidak diberikan kepada siswa. Jadi PIC itu adalah layer terakhir kedua, yang memastikan bahwa menu makanan itu aman dan tidaknya," ujar Sudaryono.

TERKINI

Load More

HIGHLIGHT

x|close