Jelang HUT RI, Driver Ojol Diajak Tak Terpancing Provokasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Agu 2026, 11:34
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Jelang HUT RI ke-81, Sekjen PATRA Irfan Ardhiyanto ingatkan driver ojol tak terpancing provokasi. Jelang HUT RI ke-81, Sekjen PATRA Irfan Ardhiyanto ingatkan driver ojol tak terpancing provokasi.

Ntvnews.id, Jakarta - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI), ajakan menjaga ketenangan disampaikan kepada masyarakat dan pengemudi ojek online (ojol).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Paguyuban Transportasi (PATRA) Indonesia Irfan Ardhiyanto meminta masyarakat tidak reaktif terhadap berbagai informasi yang beredar, khususnya konten yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Menurut Irfan, ruang digital memiliki peran besar dalam membentuk opini masyarakat. Informasi yang belum teruji dapat menyebar dengan cepat dan berpotensi memicu kesalahpahaman apabila langsung dipercaya atau disebarluaskan.

Karena itu, dia mengajak para driver ojol untuk tidak mudah terbawa arus informasi maupun ajakan yang dapat mengarah pada konflik.

“Kami mengajak seluruh masyarakat dan rekan-rekan driver ojol untuk tidak terpancing informasi yang tidak jelas kebenarannya maupun ajakan yang bisa menimbulkan konflik. Mari kita hormati bulan kemerdekaan dengan menjaga persatuan dan kedamaian,” ujar Irfan Ardiyanto, Minggu, 9 Agustus 2026. 

Irfan juga mengingatkan masyarakat agar peristiwa meninggalnya pengemudi ojol Affan Kurniawan pada tahun lalu tidak kembali dimanfaatkan untuk kepentingan provokasi.

Dia meminta persoalan tersebut tidak ditarik menjadi pemicu pertentangan antarkelompok, terlebih ketika informasi mengenai sebuah peristiwa dapat beredar luas melalui media sosial dalam waktu singkat.

Menurut Irfan, perbedaan informasi antara fakta dan narasi yang beredar di ruang digital perlu menjadi perhatian. Masyarakat, termasuk driver ojol, diminta tidak mengambil tindakan sebelum mengetahui persoalan secara utuh.

Dia juga mengingatkan adanya kemungkinan pihak tertentu memanfaatkan isu sensitif untuk membangun kemarahan atau menggerakkan massa.

“Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan kejadian tersebut untuk memecah belah persaudaraan atau memprovokasi rekan-rekan driver ojol. Mari kita sama-sama menjaga situasi tetap aman dan menghormati proses yang berlaku,” kata dia. 

Sebagai pekerja yang sehari-hari berada di tengah masyarakat, pengemudi ojol memiliki mobilitas tinggi. Mereka dapat berinteraksi dengan banyak orang dan berada di berbagai lokasi dalam satu hari.

Kondisi itu membuat informasi yang diterima seorang driver berpotensi cepat berpindah dari ruang digital ke lingkungan masyarakat.

Irfan menilai kehati-hatian menjadi penting agar sebuah informasi yang belum terkonfirmasi tidak berkembang menjadi persoalan di lapangan.

Para pengemudi juga diminta tetap mengedepankan profesionalisme ketika menemukan informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan.

Sikap tidak reaktif, menurut dia, diperlukan agar persoalan yang belum jelas tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Masyarakat luas pun diharapkan melakukan hal serupa. Informasi yang belum terverifikasi tidak seharusnya langsung diteruskan, terutama apabila berisi tuduhan, ajakan untuk melakukan sesuatu, atau narasi yang dapat memancing emosi.

Bagi Irfan, peringatan HUT RI ke-81 bukan hanya berkaitan dengan seremoni kemerdekaan. Momentum tersebut juga dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat kembali hubungan sosial di tengah masyarakat.

Dia berharap semangat kemerdekaan tercermin dalam perilaku sehari-hari, termasuk dengan menghormati perbedaan dan menjaga komunikasi agar tidak mudah dipertentangkan oleh informasi yang belum jelas.

Kondisi yang kondusif juga dinilai penting bagi para pengemudi ojol. Dengan situasi yang aman, driver dapat menjalankan aktivitas mencari nafkah sekaligus berinteraksi dengan masyarakat tanpa terganggu persoalan yang muncul akibat provokasi.

Irfan menegaskan bahwa masyarakat perlu bersama-sama menutup ruang bagi pihak yang mencoba memanfaatkan isu tertentu untuk memecah persaudaraan.

“Mari kita jadikan bulan kemerdekaan sebagai momentum memperkuat persaudaraan, saling menghormati, dan menjaga Indonesia tetap kondusif. Jangan beri ruang bagi provokasi yang dapat memecah belah kita. Persatuan adalah modal utama untuk membangun bangsa yang lebih kuat,” tutupnya.

HIGHLIGHT

x|close