Sultan Brunei Cabut Gelar Kerajaan Menantunya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Agu 2026, 16:32
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Sultan Kerajaan Brunei Hassanal Bolkiah Sultan Kerajaan Brunei Hassanal Bolkiah (Antara Foto/Muhammad Adimaja/pras)

NTVNews.id, Brunei - Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah mencabut gelar kehormatan yang disandang menantunya, Pengiran Raabi'atul Adawiyyah binti Pengiran Haji Bolkiah, istri Pangeran Abdul Malik. Keputusan tersebut diumumkan Kantor Grand Chamberlain Brunei pada Sabtu, 8 Agustus 2026.

Pencabutan gelar kerajaan tersebut menjadi perhatian karena Pengiran Raabi'atul Adawiyyah merupakan bagian dari keluarga kerajaan Brunei setelah menikah dengan Pangeran Abdul Malik pada 2015.

Melansir dari Royalcorresponden pada Minggu, 9 Agustus 2026, tindakan yang dilakukan Pengiran Raabi'atul Adawiyyah disebut telah mencoreng nama baik serta menunjukkan sikap tidak menghormati Sultan Hassanal Bolkiah, Raja Isteri Pengiran Anak Hajah Saleha, dan keluarga kerajaan Brunei.

"Dikatakan bahwa tindakan tersebut telah mencoreng nama baik dan menunjukkan rasa tidak hormat terhadap Yang Mulia Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei, Yang Mulia Duli Raja Isteri Pengiran Anak Hajah Saleha, dan keluarga kerajaan," bunyi narasi tersebut

Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah <b>(IG: Abdul Mateen)</b> Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah (IG: Abdul Mateen)

Namun, pihak kerajaan tidak menjelaskan secara rinci mengenai perilaku atau tindakan yang menjadi alasan pencabutan gelar tersebut.

Tidak ada pula keterangan lebih lanjut mengenai kondisi yang melatarbelakangi keputusan Sultan Hassanal Bolkiah. Hal ini membuat alasan di balik pencabutan gelar kerajaan tersebut masih menjadi perhatian publik.

Menikah dengan Pangeran Abdul Malik pada 2015

Pengiran Raabi'atul Adawiyyah menikah dengan Pangeran Abdul Malik pada April 2015. Rangkaian pernikahan kerajaan tersebut berlangsung di Bandar Seri Begawan pada 5 hingga 16 April.

Prosesi pernikahan mencapai puncaknya pada 12 April melalui pengucapan sumpah di ruang singgasana Istana Nurul Iman, kediaman resmi Sultan Brunei.

Sebelum menikah, ia dikenal dengan nama Dayangku Raabi'atul 'Adawiyyah Pengiran Haji Bolkiah. Setelah menjadi istri Pangeran Abdul Malik, ia kemudian memperoleh gelar Yang Amat Mulia Pengiran Anak Isteri Pengiran Raabi'atul 'Adawiyyah.

TERKINI

Load More

HIGHLIGHT

x|close