Pria di Bandar Lampung Tewas Ditusuk Teman Sendiri

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Agu 2026, 22:00
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
ilustrasi jenazah ilustrasi jenazah (dok)

NTVNews.id, Lampung - Perkelahian berdarah terjadi di Jalan Ir. Sutami KM 7, Kampung Cikondang, Kelurahan Campang Jaya, Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung, Minggu, 9 Agustus 2026 dini hari. Seorang pria berinisial MS (50) meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk.

Dalam kejadian tersebut, seorang pria berinisial D yang diduga terlibat dalam perkelahian juga mengalami luka-luka. D sempat dikejar dan menjadi sasaran amukan warga serta keluarga korban sebelum akhirnya diamankan polisi.

Kapolsek Sukarame Kompol HD Pandiangan mengatakan, polisi langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan mengenai perkelahian tersebut.

"Usai kita dapat informasi perkelahian tersebut, saya bersama anggota langsung menuju lokasi. Kemudian kita cek korban di rumah sakit," katanya, dikutip dari Tribatanews Polresta Bandar Lampung, Minggu, 9 Agustus 2026.

Polisi juga mengungkap MS dan D ternyata bukan orang asing. Keduanya diketahui saling mengenal, bahkan D disebut cukup sering datang ke rumah korban untuk nongkrong dan berbincang.

Sebelum peristiwa terjadi, MS dan D tengah duduk bersama sejumlah orang lainnya di meja yang berada di depan rumah korban. Situasi awalnya berlangsung normal dan tidak terdengar adanya pertengkaran atau suara keras.

Namun, beberapa saat kemudian MS masuk ke dalam rumah dan meminta minum kepada istrinya. Saat sang istri menghampiri, kondisi MS sudah terluka. Ia mengalami luka tusuk pada bagian dada sebelah kiri serta luka robek di tangannya.

Keluarga lantas segera membawa MS ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, kondisi korban memburuk dan MS dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Terduga Pelaku Sempat Diamankan Keluarga

Garis polisi. <b>(ANTARA)</b> Garis polisi. (ANTARA)

Pada saat kejadian, D masih berada di rumah korban. Keluarga kemudian mengamankannya. Keadaan berubah setelah keluarga mengetahui bahwa MS meninggal dunia. D kemudian mencoba meninggalkan lokasi.

Warga yang mengetahui upaya tersebut langsung melakukan pengejaran. D akhirnya berhasil ditangkap dan sempat menjadi sasaran amukan massa serta keluarga korban.

"Dari informasi yang kami terima, terduga pelaku sempat diamankan keluarga. Setelah mengetahui korban meninggal dunia, yang bersangkutan kemudian mencoba melarikan diri dan akhirnya berhasil diamankan warga," ujar Pandiangan.

D mengalami sejumlah luka akibat kejadian tersebut. Ia kemudian menjalani perawatan di RS Bhayangkara dengan pengamanan dari personel kepolisian. Dalam penyelidikan kasus tersebut, polisi telah mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa penusukan.

Barang-barang tersebut antara lain satu buah pisau, pakaian milik korban, satu unit sepeda motor, jaket, serta teko dan gelas yang digunakan untuk mengonsumsi minuman keras jenis tuak.

Polisi menduga korban dan terduga pelaku sempat mengonsumsi tuak sebelum perkelahian terjadi. Meski demikian, aparat belum menetapkan motif pasti dalam kasus tersebut.

"Untuk motifnya masih terus didalami oleh penyidik. Sementara ini diduga terjadi karena adanya perselisihan paham antara korban dan pelaku," kata Pandiangan.

Penyidik masih memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap secara lengkap kronologi perkelahian yang berujung pada kematian MS.

HIGHLIGHT

x|close